Pemkab Jembrana bersama BI Bali gelar HLM TPID dan TP2DD Kabupaten Jembrana diselenggarakan pada Selasa (24/2/2026), bertempat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. (Foto: Ist)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten
Jembrana bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian
inflasi dan penguatan digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah melalui
pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan
Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Jembrana.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Selasa (24/2/2026),
bertempat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah
Patriana Krisna (Ipat), serta dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Bali, Ronald D. Parluhutan; Advisor Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto; Ketua DPRD Kabupaten Jembrana,
Ni Made Sri Sutharni; Direktur Teknologi Informasi (TI) BPD Bali, Ida Bagus
Gede Setia Yasa; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda);
perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Gilimanuk; serta anggota TPID dan
TP2DD Kabupaten Jembrana.
Dalam sambutannya, Wabup Ipat menyampaikan apresiasi kepada
Bank Indonesia, BPD Bali, serta seluruh anggota TPID dan TP2DD atas capaian
kinerja dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik.
Ipat menegaskan bahwa Kabupaten Jembrana, sebagai pintu
gerbang distribusi pasokan pangan, perlu memperkuat langkah antisipatif dalam
pengendalian harga, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)
Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.
Lebih lanjut, Wabup Ipat menekankan bahwa berbagai inisiatif
digitalisasi yang telah dilaksanakan merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah
Kabupaten Jembrana dalam memperkuat perencanaan fiskal daerah.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung proses pengambilan
keputusan yang berbasis data atau data-driven decision making.
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia menyampaikan
apresiasi atas capaian kinerja Kabupaten Jembrana.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Ronald D.
Parluhutan, menekankan bahwa sinergi antara TPID dan TP2DD Kabupaten Jembrana
telah terbukti efektif dalam menjaga stabilitas harga dan mengakselerasi
digitalisasi.
Menurutnya, inflasi yang terkendali akan berdampak langsung
pada penguatan daya beli masyarakat, sementara digitalisasi diharapkan dapat
mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat transparansi
tata kelola, serta meningkatkan efisiensi birokrasi.
Melengkapi perspektif tersebut, Advisor Kantor Perwakilan BI
Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, menyoroti prestasi konkret Jembrana yang
berhasil meraih skor 100% pada Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah
Daerah (ETPD).
Indra menjelaskan, capaian ini didorong oleh optimalisasi
kanal pembayaran digital pada penerimaan retribusi daerah.
Ke depannya, ia melihat adanya peluang besar untuk
memperluas aktivitas ekonomi melalui penguatan layanan digital, terutama
menyasar para wisatawan yang masuk dari Pulau Jawa.
Di sisi lain, Ronald juga memaparkan perkembangan inflasi di
Provinsi Bali, berbagai tantangan yang dihadapi, serta sejumlah komoditas
strategis yang perlu diwaspadai menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Paparan tersebut mencakup outlook inflasi serta strategi
pengendalian, baik untuk jangka pendek dalam rangka menyambut HBKN maupun untuk
jangka menengah dan panjang guna menjaga stabilitas pasokan secara
berkelanjutan.
Melalui penguatan sinergi tersebut, diharapkan stabilitas
harga, ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi di Kabupaten Jembrana
dapat terus terjaga, sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi Provinsi
Bali pada kisaran 2,5 ± 1% (yoy).
Dukungan penuh juga disampaikan oleh BPD Bali selaku Bank
Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), yang memiliki peran strategis dalam
pengelolaan keuangan daerah serta dalam mendukung keterhubungan Kabupaten
Jembrana dengan sistem pembayaran nasional.
Melalui interkoneksi dengan Sistem Informasi Pemerintahan
Daerah (SIPD), Direktur Teknologi Informasi (TI) BPD Bali, Ida Bagus Gede Setia
Yasa menyampaikan optimisme serta komitmennya untuk terus mengawal dan
mendukung transformasi digital di Kabupaten Jembrana, maupun di Provinsi Bali
secara keseluruhan.
Kegiatan High Level Meeting (HLM) dilanjutkan dengan
seremoni peresmian gate e-retribusi parkir di kawasan Pelabuhan Gilimanuk.
Penerapan gate e-retribusi tersebut merupakan bagian dari
upaya peningkatan pendapatan daerah melalui sistem pembayaran retribusi yang
lebih transparan, akuntabel, dan real-time, sekaligus untuk memitigasi potensi
kebocoran serta mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan menjadikan Pelabuhan Gilimanuk sebagai role model
digitalisasi terintegrasi, Wakil Bupati Jembrana menegaskan bahwa transformasi
digital tidak semata-mata merupakan penerapan teknologi, melainkan juga
mencerminkan perubahan budaya kerja menuju layanan publik yang lebih modern,
cepat, dan inovatif, dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah
(TP2DD) sebagai motor penggerak.
Sebagai penutup, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk
terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Upaya bersama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat
nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan
ekonomi Bali yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan. (lan/bi)
