Kondisi truk setelah mengalami kecelakaan maut di jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, KM 84-85, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Senin (9/2/2026). (Foto:Satlantas Jembrana)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Sebuah truk Mitsubishi
bernomor polisi DK-8614-OD menghantam bagian belakang truk box Hino di jalur
Denpasar-Gilimanuk, tepatnya KM 84-85, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo,
Jembrana, Senin (9/2/2026) pagi.
Kecelakaan maut ini diduga kuat akibat sopir dalam kondisi
mengantuk saat berkendara, mengakibatkan satu orang penumpang tewas di tempat.
Dari informasi, insiden ini terjadi sekitar pukul 05.00
WITA. Kasat Lantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, mengungkapkan bahwa
kecelakaan dipicu oleh kurangnya kewaspadaan pengemudi truk Mitsubishi dalam
mengatur jarak kendaraan, yang diduga kuat dalam kondisi mengantuk.
"Penyebab utama kecelakaan adalah pengemudi diduga
mengantuk dan menabrak bagian belakang kanan truk box di depannya pada jalur
yang sama," ujar Iptu Aldri.
Berdasarkan hasil olah TKP, kedua kendaraan bergerak searah
dari barat menuju timur atau dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Meski kondisi
jalan lurus, aspal baik, dan cuaca cerah, benturan keras tidak terhindarkan di
lokasi.
Korban meninggal dunia yakni Marsuk (39), asal Bondowoso,
Jatim, penumpang truk Mitsubishi, mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) dan
meninggal di lokasi kejadian.
Sedangkan korban luka Abd. Rahim (28), asal Probolinggo,
pengemudi truk Mitsubishi, mengalami luka robek di pipi dan lecet pada tangan.
"Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp11 juta,"
tukasnya. Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti dan mencatat
keterangan saksi di lokasi untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihaknya juga kembali mengingatkan kepada para pengguna
jalan nasional khususnya para pengemudi lintas provinsi untuk selalu
berkonsentrasi dan mematuhi batas jarak aman, terutama saat arus lalu lintas
sedang.
"Jika kondisi mengantuk tolong berhenti sejenak untuk
beristirahat," pungkasnya. (dik)
