UMKM binaan Rumah BUMN Denpasar, menunjukkan proses memasak menggunakan kompor induksi
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Untuk mendorong efisiensi
biaya operasional sekaligus meningkatkan keamanan usaha kuliner, PT PLN
(Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali menghadirkan pengalaman memasak
menggunakan kompor induksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
melalui kompetisi memasak yang digelar di Rumah BUMN Denpasar, Jalan Raya
Sesetan, Denpasar.
Kegiatan ini diikuti 10 UMKM kuliner binaan Rumah BUMN
Denpasar dan menjadi bagian dari upaya PLN dalam memberikan edukasi pemanfaatan
energi listrik yang lebih efisien, aman, dan praktis bagi masyarakat.
Melalui pengalaman langsung menggunakan kompor induksi, para
peserta diajak memahami alternatif peralatan memasak yang dapat menunjang
keberlanjutan usaha serta meningkatkan daya saing produk kuliner.
Manager Strategi Pemasaran PLN UID Bali, Eko Sudaryono
menyampaikan, kompetisi memasak ini bertujuan memberikan pemahaman langsung
kepada UMKM terkait manfaat penggunaan kompor induksi dalam aktivitas usaha.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat,
khususnya UMKM, bahwa kompor induksi dapat digunakan tidak hanya untuk
kebutuhan memasak sehari-hari, tetapi juga untuk kegiatan berjualan. Dari sisi
biaya operasional, kompor induksi lebih stabil karena tidak terpengaruh
fluktuasi harga gas atau minyak, dengan biaya yang setara tarif listrik rumah
tangga,” jelasnya di Denpasar, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, selain lebih hemat, kompor induksi juga
menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi.
“Penggunaan kompor induksi lebih aman, terhindar dari risiko
kebakaran, serta lebih bersih dan praktis. Harapannya, pengalaman yang
dirasakan langsung oleh peserta dapat ditularkan kepada UMKM lain maupun
masyarakat sekitar,” tambahnya.
Fasilitator Rumah BUMN Denpasar, Widi Gede Budiman
mengapresiasi dukungan PLN UID Bali yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi
UMKM binaan.
“Kami mengadakan lomba memasak bersama 10 UMKM kuliner
binaan Rumah BUMN Denpasar dan mengucapkan terima kasih atas dukungan PLN UID
Bali. Penggunaan kompor induksi lebih menghemat, lebih aman, dan tidak perlu
khawatir dengan pemasangan gas, sehingga sangat membantu UMKM binaan kami,
terutama yang kerap mengikuti pameran dan kegiatan luar ruang,” ujarnya.
Menurut Widi, pemanfaatan kompor induksi juga berpotensi
memberikan dampak positif terhadap efisiensi usaha.
“Dengan menggunakan kompor induksi, UMKM diharapkan dapat
menekan harga pokok produksi sehingga memberikan keuntungan yang lebih bagi
pelaku usaha,” tambahnya.
Salah satu peserta lomba, Riska, pelaku UMKM Mamaris
Kitchen, menilai kegiatan ini memberikan manfaat dari sisi pengembangan usaha
dan jejaring antar pelaku UMKM.
“Kegiatan ini menarik karena menjadi ajang silaturahmi
sesama UMKM, berbagi ilmu, serta mendukung branding usaha. Semoga UMKM lain
juga dapat merasakan kesempatan yang sama dan PLN dapat lebih sering mengadakan
kegiatan seperti ini,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut berkolaborasi dengan PIKK PLN UID Bali
dengan menghadirkan Eka Jatiyanti Panema Astuti, anggota PIKK PLN UID Bali
sekaligus pemilik usaha kuliner Kokatsu, sebagai juri yang diharapkan dapat
memberikan penilaian objektif serta berbagi pengalaman dan wawasan kepada para
peserta berdasarkan kompetensi dan pengalamannya di bidang kuliner.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, kompor
induksi yang digunakan dalam kompetisi memasak juga diberikan kepada
masing-masing UMKM untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam mendukung
aktivitas usaha, mendorong efisiensi biaya produksi, serta membantu UMKM
kuliner binaan Rumah BUMN Denpasar agar terus berkembang dan naik kelas. (lan/*)
