Petugas gabungan di Kelurahan Gilimanuk mengamankan lima (5) pemuda bergaya anak punk yang kedapatan tidur di pemukiman warga di Lingkungan Asri Barat, Rabu (11/2/2026). (Foto: Lurah Gilimanuk)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS-Langkah
tegas diambil jajaran aparat gabungan di Kelurahan Gilimanuk guna menjaga
kondusifitas wilayah menjelang bulan suci Ramadan. Lima pemuda bergaya punk
yang ditemukan singgah di pemukiman warga terpaksa diamankan dan dipulangkan ke
daerah asal mereka pada Rabu (11/2/2025).
Penertiban
yang berlangsung pukul 09.30 WITA ini menyasar sebuah rumah warga di Lingkungan
Asri Barat. Operasi ini melibatkan unsur terpadu, mulai dari Lurah Gilimanuk,
Polsek Gilimanuk, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga jajaran Linmas.
Kelompok
pemuda yang berasal dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatra ini diketahui tiba
di Bali melalui Pelabuhan Ketapang pada dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.
Meski
mengantongi identitas resmi berupa KTP dan KK, mereka kedapatan tidak memiliki
bekal finansial yang memadai untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir
mereka di Ubud, Gianyar.
"Penertiban
ini merupakan bentuk antisipasi gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban
Masyarakat) menjelang bulan Ramadan," ujar Lurah Gilimanuk, IB. Tony
Wirahadikusuma.
Berdasarkan
pendataan petugas, identitas kelima pemuda tersebut, yakni Diva Isnain Mubarokh
(21), asal Gresik, Fahrul Saputra (23), asal Blitar, Rizki Siadari (31), asal
Lubuklinggau, Akhmad Kefin Dulkhaj (22), asal Gresik dan Diki Nurrohman (38),
asal Banyumas.
Fakta
menarik terungkap saat pemeriksaan di pos KTP; beberapa di antara pemuda
tersebut diketahui sudah pernah dipulangkan sebelumnya, namun kembali mencoba
peruntungan masuk ke Bali dengan metode yang sama.
Untuk
memastikan keamanan, kelima pemuda tersebut dikawal ketat oleh pihak Kepolisian
dan Linmas menuju pos pemeriksaan untuk proses pendataan akhir sebelum
diberangkatkan kembali ke daerah asal.
Langkah ini
diambil untuk menekan potensi kerawanan sosial di masyarakat, khususnya di masa
persiapan ibadah puasa. (dik)
