Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto saat menyampaikan kesiapan secara umum kelistrikan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri pada pertemuan kunjungan kerja reses DPR RI Komisi XII. (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PT PLN (Persero) memperkuat kesiapsiagaan sistem kelistrikan nasional dan wilayah Bali menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H guna meminimalkan potensi gangguan serta menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah dan beraktivitas selama periode hari raya.
Penguatan kesiapan tersebut dipaparkan dalam agenda
kunjungan kerja reses Komisi XII DPR RI ke Provinsi Bali sebagai bagian dari
fungsi pengawasan pelayanan publik sektor energi.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto,
menjelaskan bahwa secara nasional PLN menyiapkan daya mampu pasok sebesar 51,9
GW dengan proyeksi beban puncak sekitar 35,0 GW pada Hari Raya Idul Fitri.
Dengan cadangan daya sekitar 48 persen, sistem nasional berada dalam kondisi
terkendali.
PLN juga memastikan kecukupan energi primer dengan stok batu
bara di atas 22 hari operasi pembangkit (HOP), gas di atas 11 hari, serta BBM
di atas 9 hari. Selama periode Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 13–28 Maret
2026, PLN menyiagakan 69 ribu personel, 3.403 posko siaga, serta dukungan
peralatan di lokasi strategis seperti tempat ibadah, bandara, terminal,
stasiun, dan rumah sakit .
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi perhatian khusus
setiap tahun. Kami melakukan penguatan pengamanan sistem dari sisi pembangkit,
transmisi, hingga distribusi agar potensi gangguan dapat ditekan dan penanganan
dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Adi.
Khusus wilayah Bali, General Manager PLN UID Bali, Eric
Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa daya mampu sistem Bali sebesar 1.451 MW
dengan proyeksi beban puncak 1.194 MW dan cadangan daya 257 MW atau sekitar
17,7 persen. Sistem Nusa Penida juga dalam kondisi terkendali dengan cadangan
daya 14,5 persen .
PLN UID Bali menetapkan masa siaga 14–29 Maret 2026 dengan
pembatasan pekerjaan terencana kecuali dalam kondisi darurat guna menjaga
stabilitas sistem.
Sebanyak 71 posko siaga dengan dukungan 1.103 personel
disiapkan, termasuk pengamanan pada 58 masjid prioritas, pelabuhan, bandara,
serta lokasi umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Idul Fitri.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang
Patijaya, menegaskan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan menggali informasi,
mengkalibrasi data kesiapan sistem, serta menghimpun temuan yang akan dibawa
dalam persidangan DPR RI mendatang.
“Kita masuk bulan puasa dan Idul Fitri. Pelayanan kepada
masyarakat harus dioptimalkan. Jangan sampai listrik mati dan mengganggu
ibadah. Kami ingin mengetahui bagaimana kesiapan PLN, potensi ancaman yang ada,
serta hal-hal yang perlu segera diselesaikan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti paparan sebelumnya mengenai margin reserve
sistem kelistrikan Bali. Menurutnya, sebagai destinasi pariwisata internasional
dengan aktivitas ekonomi yang tinggi, Bali memerlukan cadangan daya yang
memadai agar tidak rentan terhadap gangguan.
Menanggapi hal tersebut, PLN menjelaskan bahwa margin
cadangan sistem bersifat dinamis mengikuti pola beban, jadwal pemeliharaan
pembangkit, dan pertumbuhan konsumsi listrik. Dengan cadangan daya saat ini
sebesar 17,7 persen, sistem Bali berada dalam batas aman operasional, disertai
evaluasi dan penguatan berkala untuk menjaga stabilitas pasokan .
Melalui penguatan sistem dan pengawasan DPR RI, PLN berupaya
memastikan pelayanan kelistrikan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,
khususnya dalam menjaga kelancaran ibadah, aktivitas sosial, serta stabilitas
ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. (lan/pln)