Perwakilan PLN UP2D Bali foto bersama dengan jajaran pengurus desa. (Foto: PLN)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS- PT
PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali terus menunjukkan
komitmennya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan
sekitarnya.
Upaya ini
dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab PLN dalam memastikan keandalan
pasokan listrik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kota Denpasar.
Salah satu
langkah yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa
setempat. Hal ini diwujudkan melalui audiensi antara Team Leader K3L dan
Keamanan PLN UP2D Bali Ari Hidayanto dengan Perbekel Desa Dauh Puri Kangin, Ni
Ketut Anggreni Wati.
Pertemuan
tersebut membahas rencana sosialisasi Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan
Lingkungan (K3L) serta aspek keamanan bagi masyarakat di sekitar kantor PLN
UP2D Bali yang berada di wilayah Desa Dauh Puri Kangin.
Dalam
audiensi tersebut disampaikan bahwa kantor PLN UP2D Bali merupakan Objek Vital
Nasional (Obvitnas). Oleh karena itu, dibutuhkan pemahaman dan kewaspadaan
bersama, baik dari internal PLN maupun masyarakat sekitar, dalam menjaga
keselamatan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.
Melalui
kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif
menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sekaligus mendukung keandalan
sistem kelistrikan yang dampaknya kembali lagi berupa kualitas listrik yang
diterima pelanggan.
Selain
sosialisasi, PLN UP2D Bali juga merencanakan pelaksanaan simulasi tanggap
darurat huru-hara di lingkungan kantor. Simulasi ini akan melibatkan unsur
pengamanan wilayah, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas Desa Dauh Puri
Kangin, sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi gangguan
keamanan.
Manajer PLN
UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa sinergi bersama menjadi
kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
“Koordinasi
dengan pemerintah desa dan unsur pengamanan wilayah sangat penting agar setiap
kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberi manfaat nyata. PLN tidak bisa
bekerja sendiri, kolaborasi dengan lingkungan sekitar adalah kunci,” ujarnya.
Perbekel
Desa Dauh Puri Kangin, Ni Ketut Anggreni Wati, menyambut positif koordinasi dan rencana kegiatan yang akan
dilaksanakan tersebut.
“Kami
mendukung penuh upaya PLN, baik dalam sosialisasi maupun simulasi tanggap
darurat. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat akan lebih memahami pentingnya
menjaga keamanan lingkungan demi kelancaran layanan listrik yang kita gunakan
bersama,” ungkapnya.
Melalui
koordinasi yang berkelanjutan dengan pemerintah desa dan aparat terkait, PLN
UP2D Bali berharap kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat ini dapat
berjalan dengan baik dan berdampak meningkatkan kesadaran masyarakat akan
keselamatan dan keamanan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap PLN
dalam menjaga keandalan listrik di Bali. (lan/*)
