Bupati Kembang meresmikan program bedah warung di Banjar Arca, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Rabu (11/2/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Sinergi lintas sektor
dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan di
Kabupaten Jembrana.
BUMDesa Bersama (BUMDesma) Asta Buana Sejahtera, Kecamatan
Pekutatan, menyalurkan bantuan sosial berupa program bedah rumah dan bedah
warung yang bersumber dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Pengelolaan Simpan Pinjam
Kelompok Perempuan (SPKP) tahun 2025.
Dari SHU yang berhasil dibukukan tahun ini, BUMDesma
menyisihkan anggaran sebesar Rp 85 juta untuk merealisasikan dua unit bedah
rumah dan satu unit bedah warung.
Program tersebut menjadi wujud komitmen BUMDesma dalam
menjalankan fungsi sosial sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup dan
perekonomian masyarakat desa.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan
apresiasi atas inisiatif tersebut.
Ia hadir langsung meresmikan program bedah warung di Banjar
Arca, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, capaian BUMDesma Pekutatan yang sudah mampu
menghasilkan SHU dan berkontribusi kembali kepada masyarakat patut diapresiasi.
“Tahun 2025 ini BUMDesma Kecamatan Pekutatan sudah bisa
menghasilkan SHU dan hari ini sudah bisa memberikan partisipasinya kepada
masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program bedah warung memiliki tujuan khusus,
yakni meningkatkan ekonomi masyarakat kecil yang memang menggantungkan hidup
dari usaha berdagang. Bantuan diberikan kepada warga yang telah memiliki cikal
bakal usaha warung, namun kondisinya dinilai kurang layak.
“Harus ada warung kecil yang memang faktanya sehari-hari
berjualan, tetapi kondisinya kurang layak. Maka kita sentuh bersama-sama, tidak
hanya pemerintah, tetapi juga BUMDesma, CSR perusahaan, termasuk Bank BPD,”
jelasnya.
Tahun sebelumnya, bantuan serupa juga didukung Bank BPD
sebanyak 10 unit.
Bupati berharap, melalui sentuhan tersebut, warung-warung
desa bisa naik kelas dan mampu bersaing dengan toko-toko lain, termasuk toko
modern yang kian menjamur.
Ia juga mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga
kebersihan dan manajemen usaha.
“Berjualan harus bersih, murah senyum dan ramah. Dagangan
harus tertata rapi, pencahayaan bagus, produk kadaluwarsa diperhatikan.
Warungnya bersih dan manajemennya juga harus baik. Harus punya ciri atau
tematik dalam berdagang,” pesannya.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan bedah warung, Ni
Ketut Tasni asal Banjar Arca, Desa Pulukan, mengaku sangat bersyukur atas
bantuan yang diterimanya. Selain renovasi warung, ia juga memperoleh tambahan
modal usaha sebesar Rp 1 juta.
“Terima kasih Bapak Bupati sudah memberikan bedah warung dan
modal. Warung saya sekarang jadi bagus dan lebih nyaman untuk berjualan,”
ujarnya. (humasJ)
