Gambar Hotel VASA, UBUD yang resmi dibangun dengan nilai ekspansi Rp 1 triliun lebih.
BALI, PERSPECTIVESNEWS- Sukses mengukuhkan posisi VASA Hotel sebagai ikon kemewahan bintang lima di Surabaya, serta menyusul soft opening VASA Suite di pusat Kota Surabaya tahun ini, VASA secara resmi melebarkan sayapnya ke Pulau Dewata.
Aksi korporasi strategis ini menandai langkah ekspansi
masif dari PT. Jaya Sukses Makmur
Sentosa, Tbk. (TANRISE) selaku perusahaan induk dengan
kode emiten RISE di Bursa Efek Indonesia.
Mengusung visi besar membawa produk kebanggaan Indonesia
ke panggung dunia, manajemen hari ini melaksanakan prosesi Groundbreaking untuk
karya prestisius terbarunya: VASA, UBUD.
Berdiri di atas lahan seluas 70.391 m² (7,39 Hektar) yang
berbatasan langsung dengan tebing eksotis Sungai Ayung, Ubud, proyek berskala
global ini menelan total investasi sebesar Rp 1 triliun.
“Kehadiran VASA, UBUD tidak hanya menjadi bukti nyata
dari kapabilitas solid RISE di industri hospitality dalam negeri untuk bersaing
di level tertinggi, tetapi juga
diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan wellness
tourism kelas dunia di Bali,” terang Hermanto Tanoko (Komisaris Utama PT. Jaya
Sukses Makmur Sentosa, Tbk. / RISE).
Jajaran direksi VASA dan manajemen RISE saat melakukan groundbreaking pembangunan VASA, UBUD, di Payangan Ubud, Gianyar, Jumat (17/7/2026). (Foto: perspectives)
Prosesi peletakan batu pertama ini dihadiri oleh jajaran direksi VASA dan
manajemen RISE, bersama konsorsium profesional papan atas yang bersinergi dalam
pembangunan, di antaranya PT. China Construction Yangtze River Indonesia
sebagai kontraktor utama, Duta Cermat Mandiri (Architect & Landscape
Consultant), Hadiprana (Interior & Lighting Consultant), Benjamin Gideon
& Associates (Structural Engineer), Makesthi Enggal Engineering (MEP
Consultant), serta Rekagriya (Quantity Surveyor).
Sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap kearifan lokal, rangkaian
acara diawali dengan prosesi adat Bersama tokoh masyarakat setempat pada pagi
harinya.
Target tamu adalah segmen premium yakni 70 persen wisatawan asing, domestik 30 persen.
Devina Konatra selaku CEO VASA menambahkan, VASA, UBUD dirancang dengan kepadatan bangunan yang sangat rendah (low-density) untuk menjaga kemewahan ruang dan privasi mutlak, VASA, UBUD akan menghadirkan 41 unit Private Luxury Villas dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan ukuran sangat luas mulai dari 48 m².
Kompleks properti ini ditargetkan selesai dalam waktu 30
bulan, sekaligus memperkuat portofolio aset premium dari RISE.
Secara narasi arsitektur, properti ini mengadopsi
filosofi kosmologi Bali, Kaja–Kelod, yang memaknai perjalanan spiritual manusia
dari gunung (sumber kesucian) menuju laut.
Bangunan utama, The Sanctuary, ditempatkan dengan anggun di titik tertinggi kawasan, sementara elemen air mengalir puitis membelah lanskap tebing menuju lembah, menciptakan simfoni alam yang menenangkan.
Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang hidup harmonis bersama alam. Vila-vila mewah dibangun dengan sistem terasering, lengkap dengan vegetasi organik pada atapnya (green roof) yang menyatu sempurna dengan kontur sawah khas Ubud,” sambung Herman Heryadi Bunjamin (Direktur RISE).
Properti ini juga akan dilengkapi fasilitas ultra-luxury yang siap menantang standar tertinggi industri saat ini, mulai dari fine dining, wedding chapel, amphitheatre, spa village eksklusif di tepi Sungai Ayung, hingga fasilitas helipad pribadi. (lan/*)

