Perspectives News

Akselerasi Bali Era Baru: Gubernur Koster Lepas 12.942 Mahasiswa dalam Program Pengabdian Desa Kerthi Bali Sejahtera


Gubernur Koster, secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (15/7). (Foto: Humas-Prov. Bali) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Langkah strategis diambil Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan berbasis desa melalui implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Gubernur Bali, Wayan Koster, secara resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, pada Rabu (15/7). 

Program berskala besar ini melibatkan kolaborasi masif dengan 39 perguruan tinggi di seluruh Bali. Sebanyak 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing lapangan diterjunkan langsung ke desa-desa di seluruh pelosok Bali untuk mengintegrasikan nilai-nilai luhur Sad Kerthi ke dalam program kerja nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, serta seluruh pimpinan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret membumikan pembangunan daerah yang dimulai dari pondasi utamanya, yakni desa.

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegas Gubernur Koster.

Lebih lanjut, Gubernur memaparkan bahwa visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara niskala dan sakala. Sinergi seluruh komponen bangsa lintas sektor mutlak diperlukan guna mewujudkan visi tersebut.

“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujarnya.

Bagi Gubernur Koster, desa adalah tempat kebudayaan dirawat, alam dijaga, dan manusia Bali dibentuk. Melalui program ini, Tri Dharma Perguruan Tinggi diselaraskan langsung dengan kebijakan Pemprov Bali agar pembangunan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. Mengingat besarnya jumlah kekuatan intelektual yang terlibat, Gubernur menitipkan empat pesan penting kepada mahasiswa: menjadi pembelajar yang rendah hati, problem solver, inovator, serta future leader.

“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya.

Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera ini diarahkan secara spesifik untuk mengakselerasi program prioritas Pemprov Bali. Fokus utamanya meliputi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber, Gerakan Bali Bersih Sampah, pembatasan sampah plastik sekali pakai, pelindungan danau, mata air, sungai, dan laut, penguatan sistem pertanian organik, penggunaan dan pemasaran produk lokal Bali, penguatan UMKM dan ekonomi desa, pelestarian adat, seni, budaya, bahasa, aksara, serta kain tenun Bali, hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Gubernur Koster optimis gerakan kolaboratif berkelanjutan ini akan menjadi kekuatan besar bagi masa depan Bali.

“Titiang percaya, apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang berdikari, dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” tutup Gubernur Koster.

Di sisi lain, program ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek RI, Prof. I Ketut Adnyana, menyatakan bahwa program inisiasi Gubernur Koster ini sangat sejalan dengan kebijakan kementeriannya dalam mendorong pengabdian masyarakat yang berdampak nyata.

Prof. Adnyana mengungkapkan, Kemendiktisaintek dalam waktu dekat juga akan meluncurkan program 'Mahasiswa Berdampak' untuk transformasi sosial. Selain itu, melihat perhatian besar pemerintah pusat terhadap pengelolaan sampah, pihaknya siap mengoptimalkan seluruh program kementerian demi menyokong kebijakan di Bali.

“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur karena program ini sejalan dengan program yang ada di direktorat kami. Pemerintah pusat juga sangat peduli terhadap persoalan sampah. Kami siap memanfaatkan seluruh program yang kami miliki untuk mendukung berbagai program pembangunan di Bali,” ujar Prof. I Ketut Adnyana. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama