Petugas dari tim Inafis Polres Jembrana melakukan olah TKP dan penyelidikan usai kebakaran terjadi di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Jembrana pada Selasa (17/2/2026) sore. (Foto:dik/Perspectives).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Suasana tenang di Banjar Munduk, Desa Pohsanten, seketika berubah mencekam pada Selasa (17/2/2026) sore. Sebuah rumah berlantai dua milik I Ketut Suntiyem (72), keluarga seorang dokter setempat, hangus terbakar yang diduga kuat akibat hubungan arus pendek listrik.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 Wita ini nyaris memakan korban. Suntiyem mengisahkan momen menegangkan saat dirinya terbangun dari istirahat siang karena hawa panas yang menyengat dan ruangan yang mendadak gelap.
"Tiba-tiba kamar gelap dan rasanya panas. Saya langsung lari keluar, dan saat di luar baru terdengar beberapa kali ledakan dari dalam kamar," tutur Suntiyem, ditemui di lokasi.
Mendapat laporan dari anak korban, Satpol PP Jembrana bergerak cepat. Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Pramana, menyatakan bahwa Regu III Damkar tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit. Sebanyak empat unit armada dikerahkan untuk menjinakkan api.
Setelah berjibaku selama 45 menit dengan total penggunaan 33.000 liter air, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sebelum merembet ke pemukiman sekitar.
Meski Suntiyem, menantu, dan cucunya berhasil menyelamatkan diri, kerugian materiil diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta. Sejumlah aset berharga ludes terbakar, meliputi, brankas, televisi, dan sofa, persediaan obat-obatan medis, serta satu ekor anak kucing peliharaan yang terjebak di dalam rumah.
"Dugaan sementara karena korsleting listrik. Api merambat sangat cepat di lantai dua," jelas Eko Artha Pramana di lokasi kejadian. Ia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mengecek instalasi listrik secara berkala guna mencegah tragedi serupa terulang kembali. (dik)
