Anggota PPI Tabanan saat reunian di Museum Majapahit Tanah Lot, Tabanan bersamaan Valentine Day, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Ist)
BALI, PERSPECTIVESNEWS- Museum Majapahit Tanah Lot (MMTL)
kini makin dikenal luas. Berbagai elemen masyarakat mulai ramai berkunjung ke
museum yang baru dibuka secara resmi dua (2) bulan lalu itu.
Sebagai destinasi wisata edukasi sejarah yang inovatif, MMTL
tak hanya menjadi alternatif wisata tetapi telah mewujud menjadi area terbuka
yang lebih menghibur, menyenangkan dan berkesan.
PPI (Persatuan Pensiunan Indonesia) Kabupaten Tabanan telah membuktikan
bahwa MMTL sangat ideal menjadi tempat pertemuan bulanan rutin seperti reunian,
arisan maupun pertemuan informal lainnya termasuk berkaraoke bersama.
Ketua PPI Tabanan periode 2023-2028, I Gusti Gede Subadiwasa
didampingi sekretaris dan bendahara mengatakan, pihaknya bersama dengan sesama pensiunan
mengunjungi museum sebagai rasa ikut memiliki sejarahnya karena banyak orang
Majapahit di Tabanan.
“Dengan melihat sejarahnya, ini sekaligus mengingatkan kembali
apa yang telah dilakukan leluhur kita di masa lampau dengan apa yang disajikan
museum ini dan sebagai inspirasi utk kegiatan kita ke depan,” ujar Subadiwasa
yang menyebutkan jumlah anggota PPI Tabanan 245 orang terdiri ASN, TNI/Polri, BUMN/D,
DPRD, termasuk kepala/perangkat desa.
Menurutnya, kehadiran MMTL sangat bagus karena di Bali belum
ada museum sejarah yang sudah terkenal di seluruh dunia.
“Dan kami adalah termasuk orang-orang Majapahit yang datang ke
Bali. Ini sebuah kehormatan dan ini sangat luar biasa. Peninggalan leluhur kami
sampai saat ini masih disajikan dan diperkenalkan kepada anak-anak/generasi
muda sehingga mereka ikut memahami apa yang pernah dilakukan leluhur-leluhur
kita yang saat itu sudah maju,” tutur Subadiwasa.
Pengelola/Owner MMTL, Sagung Inten Darmapadmi. (Foto: Lan)
Sementara itu, Pengelola/Owner MMTL, Sagung Inten Darmapadmi
mengapresiasi kunjungan PPI Tabanan dan berharap akan lebih banyak event-event semacam
yang bisa menginspirasi masyarakat luas.
“Kami sudah bekerjasama dengan banyak pihak seperti para agen
biro perjalanan, dengan sekolah, para guru maupun instansi/dinas terkait. Dan
mereka tak sekali saja berkunjung tetapi beberapa kali. Termasuk para murid
yang kemudian datang kembali membawa buku untuk mengerjakan tugas terkait
materi sejarah MMTL,” terang Sagung Inten bersemangat.
Terkait kapasitas museum, Sagung Inten mengatakan bisa
menampung 500 pengunjung. Ke depan, kerjasama akan terus ditingkatkan. Para agen
perjalanan bisa membawa tamunya ke museum dan menikmati pertunjukan membajak sawah
yang ada di sebelah museum.
“Tahun ini kami merencanakan membangun Istana Majapahit
untuk melengkapi fasilitas museum. Kami akan sediakan stand untuk UMKM, untuk prewedding,
nikah massal, matatah massal dan sebagainya sehingga museum tak terkesan monoton,”
terang Sagung.
Jumlah kunjungan selama museum berdiri (2 bulan lalu-red),
Sagung Inten mencatat terdapat 3.000 pengunjung termasuk kunjungan anak-anak
sekolah warga asing, para instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan
lain-lain.
“Ada sekolah dari luar seperti sekolah dari warga asing.
Bahkan ada kunjungan dari Kapolda Kalimantan,” tutup Sagung Inten Darmapadmi.
(lan)