Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama PHDI Kabupaten Jembrana, Jumat (6/2/2026). (Foto: Polres Jembrana).
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS-
Dalam rangka mempererat komunikasi dan menjaga kondusivitas kamtibmas menjelang
perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H,
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, melaksanakan kegiatan Jumat
Curhat bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Jembrana, Jumat
(6/2/2026).
Kapolres
Jembrana disambut langsung Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Wayan Windra beserta
jajaran pengurus.
Turut hadir
dalam kegiatan tersebut Kasat Intelkam Polres Jembrana AKP I Kadek Ardana.
Kanit 3 Sat Intelkam AIPTU Nunung Wahyudin, serta pengurus PHDI Kabupaten
Jembrana dengan jumlah keseluruhan delapan orang.
Kapolres
Jembrana menyampaikan apresiasi kepada PHDI Kabupaten Jembrana atas
kesediaannya menerima kunjungan serta berdiskusi secara terbuka melalui program
Jumat Curhat.
Menurutnya,
kegiatan ini menjadi sarana strategis Polri untuk menyerap aspirasi sekaligus
memperkuat sinergi dengan tokoh dan organisasi keagamaan.
“Kegiatan
ini bertujuan mempererat komunikasi yang selama ini sudah terjalin dengan baik,
sekaligus membahas langkah-langkah antisipatif terkait perayaan Hari Raya Nyepi
yang berdekatan dengan Idul Fitri, agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan
aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Kadek Citra.
Kapolres
juga menekankan pentingnya peran PHDI dalam menjaga situasi kamtibmas, termasuk
melalui sosialisasi penggunaan dupa secara aman guna mencegah potensi kebakaran
serta dukungan terhadap terbitnya seruan bersama lintas instansi. Ia berharap
seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga toleransi dan saling
menghormati antarumat beragama.
Sementara
itu, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Wayan Windra menyampaikan terima kasih
atas kehadiran Kapolres Jembrana beserta jajaran.
Ia
menjelaskan bahwa meskipun seruan resmi terkait Nyepi 2026 masih menunggu dari
pemerintah dan PHDI Provinsi Bali, pelaksanaan Nyepi tetap berlandaskan pada
Catur Brata Penyepian sebagaimana berlaku di seluruh Bali.
“Terkait
Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri, kami terus berkoordinasi dengan
pemerintah daerah dan FKUB agar pelaksanaannya berjalan harmonis. Kami juga
sepakat pentingnya pengendalian penggunaan media sosial selama Nyepi untuk
menghindari potensi gesekan di ruang digital,” jelasnya.
Hal senada
disampaikan anggota PHDI Kabupaten Jembrana I Ketut Samiarta yang menekankan
pentingnya dialog lintas umat beragama, mengingat karakteristik wilayah
Jembrana yang heterogen.
Diskusi
intensif dengan unsur keagamaan lain, termasuk MUI, dinilai penting guna
memastikan perayaan kedua hari besar keagamaan tersebut berlangsung dengan
saling menghormati dan tanpa gangguan kamtibmas.
Polres
Jembrana berkomitmen terus membangun komunikasi aktif dengan seluruh elemen
masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kerukunan di wilayah
hukum Polres Jembrana. (dik)
