Petugas dari jajaran Polres Jembrana melakukan pemeriksaan
saat arus balik pemudik di pintu masuk Bali, Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (25/3/2026).
(Foto: dik/Perspectives)
JEMBRANA,
PERSPECTIVESNEWS- Gelombang arus balik pemudik pasca-Lebaran menuju Pulau
Dewata melalui Pelabuhan Gilimanuk mulai menunjukkan eskalasi signifikan.
Hingga Rabu (25/3/2026), volume kendaraan yang masuk ke Bali terpantau
mendominasi dibandingkan arus keluar, dengan kepadatan utama pada sektor
kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Meski volume kendaraan meningkat, situasi di dermaga dan
area parkir pelabuhan dilaporkan masih relatif terkendali. Manajer Usaha PT
ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, mengatakan bahwa
aliran kendaraan dari Pelabuhan Ketapang sejauh ini masih lancar tanpa
penumpukan berarti di pintu keluar.
"Arus balik yang masuk Bali mengalir lancar. Meski ada
peningkatan, kondisinya masih landai dan tidak sampai menimbulkan antrean
panjang," ujar Didi.
Pihak otoritas pelabuhan memprediksi puncak arus balik akan
terjadi pada akhir pekan ini, terhitung sejak Jumat hingga Minggu. Hal ini
bertepatan dengan berakhirnya masa cuti bersama dan jadwal masuk sekolah pada
awal pekan depan.
Berdasarkan data operasional Selasa (24/3/2026), tercatat
sebanyak 50.803 orang dan 14.831 unit kendaraan telah menyeberang masuk ke Bali
dalam kurun waktu 24 jam. Angka ini jauh melampaui arus keluar Bali yang
tercatat di angka 31.419 orang pada periode yang sama.
Mengantisipasi kerawanan keamanan di tengah lonjakan
mobilitas, Polres Jembrana mengintensifkan Operasi Ketupat 2026. Pemeriksaan di
Pos 2 Pelabuhan Gilimanuk kini diperketat dengan melibatkan unit anjing pelacak
(K-9) dari Sat Brimobda Polda Bali.
Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati,
menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada barang
berbahaya, narkotika, maupun bahan peledak yang masuk ke wilayah Bali.
Personel yang disiagakan sebanyak 16 personel khusus di
titik vital. Sejumlah alat pendeteksi digunakan seperti, metal detector,
mirror detector, dan unit K-9 (anjing pelacak). Fokus pemeriksaan pada
kendaraan pribadi, barang bawaan, dan identitas penumpang.
"Volume kendaraan meningkat signifikan. Kami perlu
memastikan Bali tetap aman melalui pemeriksaan yang lebih intensif dan
mendalam," tegas Kapolres Kadek Citra Dewi. (dik)
