DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Sekretaris I Tim Penggerak (TP) PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa kembali melaksanakan sosialisasi sekaligus pembagian bag komposter kepada masyarakat. Kali ini kegiatan berlangsung di Banjar Peken, Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (24/3) malam.
Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Denpasar bersama TP PKK dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini menjadi semakin penting mengingat per 1 April TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik dan mulai 1 Juni akan ditutup secara permanen.
Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, untuk mulai memilah dan mengelola sampah secara mandiri dari rumah. Menurutnya, peran keluarga sangat krusial dalam upaya ini.
“Peran keluarga, khususnya ibu rumah tangga, menjadi kunci dalam pengelolaan sampah dari rumah. Saya yakin kalau ibu-ibu sudah bergerak, apa pun rintangannya bisa kita atasi,” tegas Ayu Kristi.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Denpasar Selatan, Ny. Ida Ayu Alit Maharatni Purwanasara menjelaskan bahwa penggunaan bag komposter sangat efektif untuk mengolah sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan, sayur, canang, dan kulit buah.
Namun demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memasukkan limbah seperti tulang, minyak, dan susu ke dalam komposter karena dapat menimbulkan bau tidak sedap. “Jika digunakan dengan benar, kompos sudah bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana untuk mengurangi timbulan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.
Pihaknya juga berharap pengelolaan sampah dapat dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan penuh masyarakat.
“Paling tidak, kita bisa menekan timbulan sampah dari sumber,” ujarnya.
Lurah Renon, I Gede Suweca mengungkapkan bahwa hingga saat ini distribusi bag komposter baru terealisasi kepada 525 kepala keluarga (KK) dari total 3.003 KK di wilayah Kelurahan Renon. Pihaknya menargetkan sebelum 1 April seluruh masyarakat sudah mendapatkan fasilitas tersebut.
Dengan langkah ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam mengelola sampah secara mandiri sehingga mampu menekan volume sampah yang dibuang ke TPA.
"Dukungan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan di Kota Denpasar," ujarnya. (Ayu/humas.dps)