Perspectives News

Coop Coffee Foundation Berikan Pemahaman kepada Gen-Z Mengenai Kopi Berkelanjutan

 

Puluhan gen-z saat mendapat pemahaman dari Coop Coffee Foundation mengenai kopi berkelanjutan di Starbucks Reserve Dewata Bali, Kamis (5/3/2026) (Foto: djo)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWS – Coop Coffee Foundation (CCF) berkolaborasi dengan UID Foundation mengadakan program pembelajaran ekslusif kepada gen-z mengenai kopi berkelanjutan bertajuk “Youth, Coffee and Climate” atau Pemuda, Kopi, dan Iklim.

Kegiatan ini berlangsung dua hari, Kamis (5/3/2026) dan Jumat (6/3/2026) di Starbucks Reserve Dewata Bali.

”Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada generasi muda, khususnya gen-z sebagai peminum kopi ‘kekinian’ pada konsep keterkaitan pasokan kopi dan perubahan iklim, kemudian memberikan paparan demi masa depan kopi Indonesia khususnya kopi Kintamani Bali,” kata Program Manager Blended Finance Scheme CCF, Sascha Poespo, Kamis (5/3/2026).

Pada kesempatan ini, puluhan generasi muda Bali diberikan pemaparan demi masa depan kopi Indonesia khususnya kopi Kintamani Bali yang berkeadilan bagi seluruh pelaku rantai pasok kopi. Kemudian, konten-konten terkait kopi yang berkelanjutan ini akan disebarkan di sosial media untuk mengatasi berbagai permasalahan sistemik yang dihadapi petani kopi.

Sascha Poespo mengajak generasi muda untuk mengetahui cerita di balik kopi yang diminum mulai dari pembibitan hingga siap diminum.

"Saya tinggal di Catur, Kintamani banyak sekali kesulitan yang dialami petani kopi karena generasi mudanya tidak mau jadi petani, memilih bekerja di pariwisata. Nah kami berupaya salah satunya supaya mereka (generasi muda) itu sadar bahwa mereka juga hidup dari kopi oleh bapak ibunya yang di situ (petani kopi),” katanya.

Oleh sebab itu pihaknya bekerja sama dengan beberapa stakeholder dan yang memiliki talenta mendekatkan anak muda itu melalui digitalisasi. Kegiatan ini, lanjutnya, dibuat supaya mereka bisa bercerita karbon itu apa, bagaimana cerita di balik kopi itu sendiri dan bisa bertemu dengan petaninya langsung.

“Jadi generasi muda ini bisa tahu ada sedih, menangis, tertawa di sana (petani kopi), 70 persen petani kopi perempuan semua," jelasnya.

Ia berharap para generasi muda yang paham memanfaatkan digitalisasi ini akan mampu menggugah mereka bahwa gaya hidup kopi memiliki arti tersendiri yakni sehat diminum, paham yang diminum itu apa, sehat pikiran.

"Dan jika menjadi satu komitmen bahwa minum kopi yang sehat saya tahu karbonnya seperti apa, dosanya seperti apa, buah kopi itu prosesnya seperti apa, perjuangan petani kopi seperti apa. Kita berharap dari kegiatan ini bisa membangkitkan semangat yang sama atau bisa dibagikan juga melalui sosial media bahwa kopi yang sehat seperti ini dan kopi yang punya arti sesungguhnya adalah kopi yang punya di baliknya," paparnya.

Coop Coffee Foundation pada perannya sebagai NGO dalam mewujudkan SDGs 17 dan implementasi keuangan campur pada rantai pasok ekspor kopi Indonesia hadir sejak imbas pandemi Covid-19 dan rentannya gangguan pasokan akibat perubahan iklim. Dibawah bendera program donor dan peningkatan kapasitas petani kopi lewat pemberdayaan koperasi oleh Kementerian Koperasi sejak tahun 2024, Coop Coffee

Foundation telah fokus pada program bertema Coffee, Carbon & Climate yang menyasar generasi muda. Yaitu pendekatan pembangunan yang menekankan keterhubungan tiga konsep utama, yakni kesetaraan gender termasuk peran pemuda, kemudian perhatian pada disabilitas dan inklusi sosial.

Adapun program ini merupakan rangkaian dari komitmen Coop Coffee Foundation sejak Januari 2026 pada pembagian pohon kopi siap tanam bagi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Kintamani Bali hingga bulan Maret ini guna mencapai 100.000 penanaman pohon kopi varietas B-1 kopyol di area Kintamani sebagai bentuk komitmen

program Pemulihan Kintamani sejak tahun 2024. MPIG kembali menerapkan penanaman pohon kopi dibawah sistem agroforestry atau hutan kopi sebagai salah satu solusi alami penyerapan karbon sebagai bentuk aksi mitigasi yang telah dijalankan lewat komitmen standar karbon sukarela dan sertifikasi Plan Vivo. "Hal ini dalam mendukung agenda net zero dan permodelan rantai pasok berkelanjutan di Kintamani, Bali," imbuh Sascha.

Pada acara ini turut hadir mitra kolaborasi dari UID Bali Campus Robi Kurnia, Corti Foundation, I Gusti Agung Ayu Mirah, Ketua Umum IKASMANSA Denpasar, Luh Putu Eka Susanti Mastra, PUM Netherlands Senior Exports sebagai organisasi nirlaba Belanda pada topik pemberdayaan dan peningkatan kapasitas petani, Theo Vermeulen, Assistant Manager dan Founder Coop Coffee Foundation Reza Fabianus. (djo)

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama