Anak Agung Ngurah Maha Dipta (no. 2 dari kiri) saat
mengambil formulir pendaftaran sebagai balon ketua umum KONI Bali, Senin (2/3/2026)
(Foto: ngurah)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS - Anak Agung Ngurah Maha Dipta menjadi orang pertama yang
mengambil formulir pendaftaran bakal calon ketua umum KONI Bali di Sekretariat
KONI Bali pada Senin (2/3). Periode pengambilan formulir pendaftaran telah dibuka
sejak tanggal 25 Februari dan ditutup pada Selasa 3 Maret 2026.
Tim Penyaringan dan Penjaringan Bakal Calon (Balon) Ketua
Umum KONI Bali periode 2026-2030 akan menerima berkas dari para bakal calon
paling lambat 9 Maret 2026, dan selanjutnya dilakukan verifikasi kelengkapan maju
menjadi calon ketua selama empat tahun ke depan.
Musyawarah Provinsi (Musprov) dengan salah satu agenda
pemilihan Ketua Umum KONI Bali periode 2025-2030 akan dilakukan pada Senin 23
Maret 2026 di Wiswa Sabha Uttama Kantor Gubernur Bali di Denpasar.
Kedatangan Maha Dipta ke KONI Bali, Senin (2/3/2026),
sekitar pukul 14.30 Wita. Pria kelahiran Singaraja, 25 Mei 1964 ini ditemani
oleh Gede Kurniawan yang mewakili Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) Bali,
Ardi Gangga dari Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali,
dan Agra Kumara dari Pengprov Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Bali.
Kedatangan Anak Agung Ngurah Maha Dipta ditemui langsung
oleh Ketua Tim Penyaringan dan Penjaringan KONI Bali Dr Maryoto Subekti bersama
Sekretarsi TPP KONI Bali, Ida Bagus Dipta.
Ditemui wartawan, Ngurah Maha Dipta mengaku jika pengambilan
formulir kali ini bukan tanpa alasan. "Memang pengambilan formulir besok
(Selasa). Tapi sebagai orang Bali, hari ini bagus dewasanya. Kalau menunda
besok, kurang bagus karena masuk ke pasah," ucapnya.
Dari pernyataannya, pria yang juga sebagai Komisaris Jasa
Marga Bali Tol ini sudah mendapatkan 34 dukungan, termasuk 3 KONI kabupaten. Secara
garis besar, ia mencoba untuk mengembalikan Marwah KONI Bali dan menuju KONI
Bali era baru.
Ia mendeskripsikan KONI Bali sebagai sebuah bangunan megah
dan besar yang seharusnya menjadi tempat cabor-cabor bernaung. Sedangkan KONI
Bali adalah fasilitator dari cabor-cabor tersebut. Bangunan yang kokoh ini
seharusnya menjadi milik cabor-cabor.
"KONI Bali justru sebagai pelayan. Bukan hanya sebagai
administrator, apalagi hanya sekadar untuk birokrasi saja," katanya.
Dengan situasi ini, Ngurah maha Dipta pun mantap maju
sebagai bacalon Ketum KONI Bali dan mengaku siap bersaing dalam kontestasi di Musprov
KONI Bali pada 23 Maret 2026 mendatang.
"Selama ini, saya kan disebut sebagai kuda hitam. Saya
siap berkompetisi karena bagus untuk atmosfer olahraga Bali. kebetulan tahun
ini shio kuda api. Jadi eranya kuda ini. Semoga sebelum 9 Maret, saya sudah
mengembalikan formulirnya," tutup Ngurah Maha Dipta. (djo)
