Bupati Kembang Hartawan memberikan sambutan pada Rakor dan konsolidasi lintas sektoral berskala besar pada Jumat (13/3/2026), bertempat di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno. (Foto: Hms Jbr)
NEGARA, JEMBRANA- Pemerintah Kabupaten Jembrana
melakukan terobosan baru dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan
Konsolidasi lintas sektoral berskala besar pada Jumat (13/3/2026), bertempat di
Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno.
Pertemuan ini menghadirkan 816 peserta yang merupakan
perangkat kewilayahan, desa adat serta tokoh masyarakat sebagai garda terdepan
pemerintahan. Pertemuan ini memberikan pemaparan strategis dari ketahanan pangan
hingga Investasi.
Sementara materi Rakor disampaikan langsung oleh jajaran
Forkopimda, pejabat daerah, kepala instansi vertikal hingga Perumda.
Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Jembrana untuk
menyatukan frekuensi, menyatukan barisan dalam menyambut transformasi ekonomi
besar-besaran yang tengah berlangsung di wilayah Bali Barat.
Dalam arahannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan
menekankan bahwa pembangunan Jembrana tidak boleh dilakukan secara parsial atau
bekerja sendiri-sendiri.
Ia menginstruksikan seluruh jajaran, mulai dari tingkat
lingkungan hingga dinas, untuk bergerak dalam satu komando yang selaras.
"Kita berkumpul hari ini untuk melihat dengan jernih
apa yang sedang terjadi di Jembrana saat ini dan ke mana arah masa depan kita.
Semuanya harus bergerak bersama, berpikir bersama, dan bekerja bersama,"
tegas Bupati Kembang Hartawan di hadapan ratusan peserta.
Rakor ini berfungsi sebagai wadah konsolidasi data dan
rencana strategis yang dipaparkan oleh para ahli dan pimpinan instansi
vertikal, di antaranya:
Materi Ketahanan dan Keamanan, oleh Dandim 1617 Jembrana
memaparkan Program Strategis Nasional (MBG dan KDMP), sementara Kapolres
Jembrana memastikan kesiapan pengamanan Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul
Fitri 1447 H.
Materi besar mendasar lainnya Transformasi Ekonomi Berbasis
Data oleh BPS Jembrana menyajikan data makro ekonomi sebagai fondasi kebijakan
pemerintah yang akurat.
Sementara progres pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara
(PPN) Pengambengan yang diproyeksikan menjadi pusat perikanan internasional,
serta rencana proyek Kerthi Bali Semesta (KBS) di Pekutatan yang mencakup
pengembangan Golf & Resort . Termasuk beberapa rencana inevstasi pihak
ketiga dan swasta yang segera beroperasi di Jembrana juga ikut dibahas.
Dari sisi Infrastruktur Penunjang
Kepastian pasokan listrik dari PLN dan ketersediaan air
bersih dari Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati guna mendukung ekosistem
industri dan investasi baru.
Sementara untuk peningkatan SDM, rencana pendirian Sekolah
Widyalaya oleh Kemenag Jembrana di Penyaringan serta laporan investasi hijau
berkelanjutan dari KPH Bali Barat.
Tak kalah menariknya persoalan sampah dan penataan wilayah
ke lingkungan sebagai lingkup terkecil juga ikut dibahas. Kali ini menghadirkan
pemateri mengacu pada sukses story inovasi Banjar Warnasari Kelod, Kecamatan
Melaya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber.
Bupati menutup koordinasi dengan optimisme tinggi bahwa
keterlibatan aktif dari Kelian Adat dan Kepala Lingkungan sangat vital dalam
menjembatani program pemerintah ke masyarakat luas. Ia yakin, dengan sinergi
ini, peluang strategis yang ada akan memberikan manfaat nyata bagi
kesejahteraan masyarakat.
"Jika semua peluang ini dikelola dengan baik, saya
yakin Jembrana akan mengalami lonjakan kemajuan yang signifikan,"
pungkasnya. (humasJ)
