Perspectives News

Rekor Antrean 35 KM: Mudik Gilimanuk Terparah dalam Sejarah

 


Ekor antrean arus mudik sampai di kota Negara, tepatnya di depan Koramil atau Mako Yonif 741/GN, jalan Udayana, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Minggu (15/3/2026). (Foto:dik/Perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk mencatatkan rekor kemacetan terpanjang sepanjang sejarah momen mudik di Kabupaten Jembrana.

Hingga Minggu (15/3/2026), antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 35 kilometer (km) menjangkau wilayah Kecamatan Negara, tepatnya di pusat kota.

Kepadatan ekstrem ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan yang beradu dengan armada logistik menjelang penutupan operasional pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, 18–20 Maret mendatang.

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan pribadi mendominasi jalur, namun pergerakan tersendat akibat masih banyaknya truk besar yang melintas dari arah Denpasar. Meski pemerintah telah memberlakukan pembatasan operasional truk di atas sumbu tiga pada 13 Maret lalu.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, operasional kapal penyeberangan tahun ini tidak mendapatkan bantuan kapal berkapasitas besar. Meski PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah meningkatkan jumlah armada dari 28 menjadi 35 kapal, absennya kapal besar dinilai berdampak pada durasi penguraian antrean.

"Peningkatan pergerakan ini terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat dan kendaraan logistik yang mengejar waktu sebelum layanan penyeberangan ditutup total saat Nyepi," ujar Corporate Secretary ASDP, Windy Andale.

Untuk mempercepat ritme, ASDP kini memberlakukan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) pada enam kapal guna memangkas waktu tunggu di dermaga.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan bahwa situasi ini telah menjadi perhatian serius.

Ia juga kembali mengingatkan para pemudik untuk tidak memaksakan diri di jalan, untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Kami mengimbau pemudik untuk tidak memaksakan diri. Cuaca sangat panas dan perjalanan sangat panjang. Manfaatkan titik istirahat seperti masjid atau rumah makan di sepanjang jalur Jembrana," tegas AKBP Kadek Citra.

Hingga Minggu siang, sekitar pukul 14.00 wita, ekor antrean mencapai Kecamatan Negara (±35 km dari pelabuhan). Sementara armada kapal yang dioperasikan sebanyak 35 kapal, nonstop 24 jam. Tidak ada bantuan kapal besar dan volume logistik masih tinggi.

Kapolres juga mengimbau bagi pemudik untuk tidakk mengambil jalur lawan arah demi mencegah penguncian lalu lintas (gridlock).

Ekor antrean arus mudik sampai di kota Negara, tepatnya di depan Koramil atau Mako Yonif 741/GN, Jalan Udayana, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Minggu (15/3/2026). (Foto:dik/Perspectives).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama