(Foto: Humas Dps)
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhimerta, saat acara Sosialisasi Kompetisi Inovasi Masyarakat oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Gedung Sewaka Dharma, Selasa (10/3).
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS - Pembangunan kota di era yang dinamis tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan rutinitas atau business as usual. Menyadari hal tersebut, Pemerintah Kota Denpasar mulai memacu mesin utama pembangunan melalui inovasi yang lahir langsung dari masyarakat.
Langkah ini ditandai dengan Sosialisasi Kompetisi Inovasi Masyarakat oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) di Gedung Sewaka Dharma, Selasa (10/3).
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan diskusi strategis yang dipandu langsung oleh Kepala BRIDA Kota Denpasar, I Made Pasek Mandira. Selain memantik antusiasme peserta, forum ini sekaligus menjadi panggilan terbuka bagi para inovator lokal untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kota.
Acara yang mengusung tema visioner “Dari Denpasar untuk Semesta: Inovasi Masyarakat sebagai Pilar Kesejahteraan dan Keharmonisan Dunia” ini menjadi langkah awal menuju ajang kompetisi inovasi yang direncanakan digelar pada 2027 mendatang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhimerta, yang mewakili Wali Kota Denpasar saat membuka acara, menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar jargon, melainkan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Pemerintah Kota Denpasar ingin membuktikan bahwa ide-ide brilian yang lahir dari tingkat banjar, pelaku UMKM, hingga startup di Denpasar memiliki potensi besar untuk dikembangkan, memberi dampak positif, dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan kota,” tegasnya saat membacakan sambutan Wali Kota di hadapan para peserta.
Menurutnya, partisipasi publik melalui inovasi kini menjadi salah satu wujud nyata ketahanan sebuah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Persiapan kompetisi ini juga dilakukan jauh hari. Pemerintah Kota Denpasar menyadari bahwa membangun ekosistem inovasi tidak bisa dilakukan secara instan.
“Pemkot Denpasar memahami bahwa membangun ekosistem inovasi membutuhkan proses panjang, mulai dari mengedukasi masyarakat, mematangkan ide, hingga menghubungkannya dengan ekosistem bisnis dan teknologi,” imbuh Alit Adhimerta.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ir. Wiwiek Joelijani, M.T., yang memastikan adanya dukungan dan pengawalan terhadap inovasi daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, dari sisi hilirisasi teknologi dan bisnis, CEO PT Baliola Adi Maha Duta, I Gede Putu Rahman Desyanta, S.Si., S.Kom., M.M., turut memberikan pandangan praktis mengenai pentingnya kesiapan model bisnis dalam pengembangan inovasi.
Menurutnya, ide yang baik membutuhkan wadah implementasi yang tepat agar dapat berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dalam setiap realisasi ide, hendaknya dapat difasilitasi oleh wadah implementasi yang kuat,” kata Rahman Desyanta.