Gubernur Koster menerima kunjungan resmi Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Rabu (22/4). Foto: Hms. Prov. Bali.
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan resmi Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, di Ruang Tamu Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (22/4). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam menjajaki peluang kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, infrastruktur, hingga isu kependudukan.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Talip Küçükcan mengapresiasi sambutan hangat Pemprov Bali dan menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Turki kini berada di level yang sangat kuat, terutama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Turki beberapa waktu lalu. Menurutnya, harmoni di tingkat pusat ini perlu segera diturunkan ke level daerah agar implementasinya lebih nyata.
“Hubungan kita sangat erat di tingkat atas. Kini saatnya kita memperkuat implementasi di level bawah, termasuk kerja sama antar-daerah,” ungkap Talip.
Sektor pariwisata menjadi poin krusial dalam diskusi tersebut. Talip memaparkan bahwa Turki memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola sekitar 60 juta wisatawan per tahun. Ia melihat Bali sebagai mitra sejajar untuk bertukar pengetahuan, khususnya dalam pengembangan SDM pariwisata dan konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), termasuk manajemen sampah dan energi bersih.
Tak hanya itu, Turki secara terbuka melirik peluang investasi di sektor infrastruktur, khususnya proyek Bandara Bali Utara. Talip menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan asal Turki memiliki keahlian global dalam membangun bandara internasional, seperti yang telah mereka buktikan dalam proyek serupa di Vietnam.
Hal menarik muncul saat keduanya membahas kebijakan populasi. Talip menceritakan bahwa pemerintah Turki mendorong warganya untuk memiliki minimal tiga anak guna menjaga struktur demografi.
Gubernur Koster menyambut baik hal tersebut dan membagikan pendekatan lokal di Bali. Koster menjelaskan bahwa ia telah memberikan insentif bagi ibu yang melahirkan hingga anak keempat (Nyoman/Ketut) demi menjaga keberlangsungan generasi dan tradisi masyarakat Bali yang unik.
Menutup pertemuan, Gubernur Koster menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti poin-poin kerja sama yang telah dibahas. “Terima kasih atas pertukaran pikiran yang sangat konstruktif ini. Karena komunikasi di tingkat pusat sudah terbangun sangat baik, kami di daerah berkewajiban menindaklanjutinya, terutama demi kemajuan sektor pariwisata Bali ke depan,” pungkas Koster. (*)