Sosialisasi program strategis Provinsi Bali, yakni "1 Keluarga 1 Sarjana" dan "Bali Go Global", Bupati Kembang Hartawan menegaskan visi Jembrana menuju pusat SDM kompetitif, Rabu (15/4/2026). (Foto: Hms Jbr)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Akselerasi peningkatan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi agenda prioritas Pemerintah
Kabupaten Jembrana.
Melalui sosialisasi program strategis Provinsi Bali, yakni
"1 Keluarga 1 Sarjana" dan "Bali Go Global", Bupati I Made
Kembang Hartawan menegaskan visi Jembrana menuju pusat SDM kompetitif, Rabu
(15/4/2026).
Program “1 Keluarga 1 Sarjana” yang digagas Pemerintah
Provinsi Bali ini, menyasar keluarga kurang mampu ber-KTP Bali. Program ini
memberikan beasiswa penuh, mulai dari biaya pendidikan hingga bantuan biaya
hidup bagi mahasiswa penerima.
Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan mencakup
pembebasan biaya pendaftaran, SPP/UKT hingga delapan semester, serta uang
pangkal yang ditanggung oleh perguruan tinggi mitra.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan subsidi biaya hidup
setiap bulan, yakni Rp1,4 juta untuk wilayah Denpasar dan Badung, Rp1,2 juta
untuk Buleleng dan Karangasem, serta Rp750 ribu bagi mahasiswa Universitas
Terbuka.
Seleksi program ini dilakukan secara ketat dan tepat
sasaran, dengan mempertimbangkan rekomendasi desa adat serta indikator ekonomi
seperti penggunaan listrik 450 hingga 900 VA. Tercatat, sebanyak 28 perguruan
tinggi di Bali telah siap menjadi mitra dalam menyukseskan program ini.
Pemprov Bali menargetkan sebanyak 1.450 mahasiswa dapat
terserap dalam program ini, dengan tujuan utama memastikan setiap keluarga
kurang mampu memiliki minimal satu sarjana guna meningkatkan taraf hidup dan
kualitas SDM.
Sejalan dengan itu, program “Bali Go Global” turut
diperkenalkan sebagai upaya memperluas peluang generasi muda Bali untuk
berkiprah di kancah internasional.
Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan melalui
pendidikan vokasi dan pelatihan, serta membuka akses kerja ke luar negeri.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menegaskan
pentingnya pendidikan sebagai kunci utama meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
“Hari ini kita bicara soal masa depan. Bukan hanya masa
depan anak-anak kita, tetapi masa depan keluarga kita semua. Pemerintah
provinsi memiliki program ‘1 KK 1 Sarjana’, dan di Jembrana kita juga punya
semangat yang sama melalui program ‘1 KK 1 Perguruan Tinggi’,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah persaingan yang semakin ketat,
pendidikan menjadi faktor penentu untuk “naik kelas”. Meski tidak menutup
kemungkinan sukses tanpa pendidikan tinggi, namun peluang akan jauh lebih besar
bagi mereka yang memiliki latar belakang pendidikan.
Ia juga menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari
upaya pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan. Dengan adanya satu sarjana
dalam keluarga, diharapkan mampu membawa perubahan signifikan terhadap pola
pikir dan kesejahteraan keluarga tersebut.
“Kalau dulu orang tua kita berjuang dengan tenaga, sekarang
anak-anak kita harus berjuang dengan ilmu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Kembang mengajak seluruh masyarakat
untuk memanfaatkan peluang yang telah dibuka pemerintah. Ia menekankan
pentingnya peran orang tua dalam mendorong dan memotivasi anak-anak agar tidak
berhenti pada jenjang pendidikan menengah.
Sementara program "Bali Go Global" diperkenalkan
sebagai jawaban atas tantangan pasar kerja internasional, di mana pemuda
Jembrana didorong untuk menguasai keterampilan vokasi dan sertifikasi global.
Sementara itu, program "1 Keluarga 1 Sarjana"
menjadi fondasi akademis bagi keluarga prasejahtera untuk memiliki daya saing
intelektual.
"Pemerintah sudah membuka jalan dan menyiapkan
infrastrukturnya. Kini tinggal bagaimana masyarakat, terutama orang tua,
memotivasi anak-anaknya untuk berani bermimpi besar," pungkas Bupati
Kembang.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem
pendidikan yang inklusif, di mana putra-putri daerah dari pelosok desa
sekalipun memiliki akses yang sama terhadap pendidikan tinggi dan peluang kerja
global. (prokopimJ)
