Puti Koster saat menyerahkan penghargaan dalam rangkaian peringatan Hari Penyiaran Nasional di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/4). Foto: Hms. Prov. Bali.
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS –Dalam rangka memperingati Hari Penyiaran Nasional (HARSIARNAS) ke-93, penerima penghargaan Lifetime Achievement dari KPID Bali, Putri Koster, menekankan pentingnya integritas dan kualitas bagi para penyedia informasi. Di tengah gempuran media sosial, insan penyiaran dituntut untuk tetap teguh pada data dan fakta guna menjaga harmoni masyarakat.
Dalam sambutannya pada peringatan Hari Penyiaran Nasional di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/4), Putri Koster menyatakan bahwa kualitas sebuah siaran tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi dari transparansi dan nilai edukasi yang dikandungnya.
“Sebuah siaran memiliki nilai jika disajikan secara jelas, transparan, dan sesuai kenyataan. Sebagai penyedia informasi yang dipercaya masyarakat, kita harus bersaing secara sehat untuk menangkal hoaks yang berpotensi memecah belah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan mengolah kata secara komunikatif harus dibarengi dengan semangat konstruktif. Di era di mana setiap individu bisa menjadi penyalur informasi melalui media sosial, marwah jurnalistik harus tetap dijaga agar tidak mengaburkan kebenaran.
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, Agus Astapa, menegaskan komitmennya dalam menjaga ekosistem penyiaran di Bali agar tetap sehat. Hingga saat ini, tercatat ada 66 stasiun radio dan 30 TV daring yang berada di bawah pengawasan ketat tim komisioner.
"Kami terus melakukan monitoring, baik dari segi konten maupun gaya bahasa. Hingga saat ini, belum ada sanksi berat yang dijatuhkan karena belum ditemukan pelanggaran batas standar siaran," ujar Agus. Meski begitu, ia memastikan akan ada tindakan tegas bagi lembaga penyiaran yang membandel setelah diberikan teguran lisan.
Mengusung tema "Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional”, peringatan tahun ini juga menjadi ajang apresiasi bagi mereka yang berdedikasi melestarikan budaya dan informasi berkualitas. Beberapa penghargaan yang diserahkan antara lain: kepada penyiar muda berbakat radio lagu pop Bali, Gus Wisnu; penyanyi rap muda berbakat di Bali, I Gede Juna Pratama; serta penyiar program “Dagang Gantal”, Ketut Camplung dan Gede Tomat, yang berperan dalam melestarikan komunikasi berbahasa Bali melalui siaran radio.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sepuluh penyanyi dengan lagu terbaik dan inspiratif. (*)