Ilustrasi pertumbuhan IPR Bali secara bulanan yang didorong rangkaian HBKN Nyepi dan Idulfitri.
BALI, PERSPECTIVESNEWS- Optimisme penjualan eceran di Provinsi Bali pada bulan Maret 2026 masih terus bertumbuh secara tahunan.
Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali sebesar 123,8 atau secara tahunan tumbuh 5,1% (yoy), dan masih berada di level optimis (>100). IPR Bali secara bulanan turut meningkat sebesar 0,5% (mtm) seiring dengan adanya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Idulfitri.
Rilis pada Kamis (16/4/2026) menyebutkan, rangkaian HBKN mendorong masyarakat untuk
meningkatkan konsumsi barang-barang ritel seperti bahan bakar kendaraan bermotor
(BBM), pakaian, serta makanan dan minuman. Survei Penjualan Eceran (SPE) Bali
merupakan survei bulanan terhadap 100 penjual eceran/pengecer di Kota Denpasar
dan sekitarnya yang bertujuan untuk memperoleh informasi dini mengenai arah
pergerakan pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi.
Tingkat konsumsi yang tumbuh terkendali tercermin dari inflasi tahunan pada bulan Maret 2026 sebesar 2,81% (yoy). Tingkat inflasi tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi Indonesia sebesar 2,5±1%, dengan target kisaran inflasi berada di antara 1,5% hingga 3,5%.
Data Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT) berkaitan dengan perkembangan kredit tahunan pada Lapangan Usaha (LU) Perdagangan pada hingga Februari 2026 turut menunjukkan peningkatan sebesar 1,46% (yoy).
Berlanjutnya prospek positif penjualan ritel di Bali terlihat dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP). IEP menggambarkan keyakinan pelaku usaha terhadap kinerja penjualan dalam jangka pendek hingga menengah.
Para responden memperkirakan penjualan dalam 3 bulan yang tercermin dari IEP Mei 2026
sebesar 174, lebih tinggi dari IEP April 2026
sebesar 170. Di sisi lain, prakiraan penjualan dalam 6 bulan ke depan, tepatnya
pada Agustus 2026 sebesar 194, lebih tinggi dibandingkan IEP Juli 2026 sebesar
184. Kedua IEP berada di zona optimis (IEP > 100). Demi menjaga stabilitas
ekonomi domestik, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga kebijakan di
bulan Maret 2026.
Lebih lanjut, Pemerintah melanjutkan kebijakan subsidi BBM untuk mendukung pertumbuhan perekonomian.
Lebih lanjut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali terus mengimplementasikan operasi pasar murah bagi komoditas strategis.
Bank Indonesia Provinsi Bali bersama TPID baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan agar perekonomian Bali tetap tumbuh berkelanjutan. (lan/*)