Pos pelayanan kesehatan di Pura Agung Besakih serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), siaga 24 jam untuk melayani pemedek.
KARANGASEM, PERSPECTIVESNEWS – Di tengah padatnya arus umat yang tangkil dalam rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), keberadaan pos kesehatan di kawasan suci Besakih menjadi tumpuan utama. Layanan medis yang beroperasi nonstop 24 jam ini memastikan keamanan dan kenyamanan ribuan pemedek dari seluruh penjuru Bali.
Meskipun layanan kesehatan sudah ada sejak lama, tiga tahun terakhir menandai babak baru profesionalisme pengelolaan. Di bawah koordinasi Pemerintah Provinsi Bali, seluruh UPTD Puskesmas se-Bali diterjunkan secara bergilir untuk memperkuat cakupan layanan di titik-titik krusial.
Ni Putu Eny Trisnawati, salah satu tenaga kesehatan yang bertugas, menegaskan bahwa kesigapan medis adalah prioritas utama. “Pelayanan berlangsung tanpa jeda dengan sistem operan antarpetugas yang ketat. Baik pagi buta maupun tengah malam, akses kesehatan bagi masyarakat selalu terbuka,” ujar Eny pada Rabu (15/4).
Pos kesehatan ini tidak hanya melayani keluhan umum, tetapi juga menjadi garda depan bagi seluruh elemen yang terlibat dalam upacara, termasuk Pemeriksaan Dasar yang meliputi pengecekan tekanan darah dan penanganan pusing/mual. Pelayanan juga mencakup cedera lapangan, seperti penanganan kaki terkilir atau luka jatuh akibat medan yang padat. Selain itu, pos kesehatan juga melayani sulinggih, pemangku, panitia, dan seluruh pemedek yang membutuhkan bantuan medis. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, petugas juga melakukan rujukan ke rumah sakit.
Antusiasme masyarakat terhadap keberadaan pos kesehatan ini sangat positif. Mengingat banyak pemedek datang dari berbagai daerah di Bali, bahkan sejak dini hari, kehadiran layanan kesehatan di lokasi sangat membantu dalam menangani keluhan yang muncul selama kegiatan berlangsung.
“Di kawasan Besakih terdapat tiga titik pos kesehatan yang tersebar secara strategis, yakni di Perantenan Suci (dekat Penataran), Bencingah, dan Manik Mas. Penyebaran ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di tengah padatnya aktivitas upacara,” terang Eny.
Ke depan, pos kesehatan ini diharapkan dapat terus memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh masyarakat yang tangkil maupun panitia yang bertugas. Mengingat jarak fasilitas kesehatan formal yang relatif jauh dari lokasi, keberadaan pos kesehatan menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran dan keamanan pelaksanaan karya di Besakih. (*)