Perspectives News

Berkah Iduladha: Sopir Truk Ternak Kebanjiran Order

 


 


Mulyadi (53) salah satu sopir truk asal Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang kecipratan untung melonjaknya pengiriman hewan kurban jelan Iduladha, saat ditemui di kandang Karantina, Gilimanuk, Senin (18/5/2026). (Foto:dik/perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Momen menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H menjadi ladang rezeki yang melimpah bagi para sopir angkutan barang, khususnya angkutan ternak di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Peningkatan permintaan hewan kurban tahun ini membawa berkah tersendiri bagi mereka yang mengalami lonjakan pesanan pengiriman secara signifikan.

​Salah satu sopir truk yang kecipratan untung adalah Mulyadi (53). Pria asal Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang telah melakoni profesi ini selama 30 tahun tersebut mengaku kewalahan menerima pesanan angkutan sapi menuju luar pulau sejak sebulan terakhir.

​"Sejak sebulan lalu, saya sudah tiga kali mengirim ternak sapi keluar Bali menuju Kalimantan. Dan ini sekarang adalah pengiriman yang keempat kalinya. Jauh lebih ramai dibanding tahun lalu yang cuma dapat satu atau dua kali jalan," ungkap bapak dua anak tersebut saat ditemui di Jembrana, Senin (18/5/2026).

​Dalam setiap perjalanan, Mulyadi mampu mengangkut sekitar 20 hingga 23 ekor sapi yang diambil dari peternak di Desa Tuwed, Jembrana. Pendapatan yang dikantonginya pun cukup menggiurkan. Untuk rute Bali menuju Surabaya, ongkos angkut berkisar di angka Rp2 juta. Sementara untuk rute jarak jauh seperti menuju Kalimantan, tarifnya bisa menembus Rp4 juta hingga Rp6 juta per sekali jalan.

​"Kita bersyukur saja, biar hasil sedikit atau banyak, intinya tetap bersyukur," ucapnya dengan raut wajah semringah.

​Sebagai sopir berpengalaman, Mulyadi sangat memperhatikan kondisi hewan muatannya. Sebelum menyeberang ke Pulau Jawa, ia sengaja mengistirahatkan truknya di Kandang Karantina Gilimanuk.

​"Saya sengaja istirahat di sini menunggu sore atau malam baru berangkat, supaya sapi tidak kepanasan di jalan. Sekaligus juga untuk memeriksa kondisi fisik sapi," jelas Mulyadi.

​Di sisi lain, melonjaknya arus pengiriman sapi potong menjelang Iduladha membuat otoritas karantina memperketat pengawasan. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi adanya pengiriman satwa ilegal atau hewan yang tidak memenuhi standar kesehatan.

​Penanggungjawab Satuan Pelayanan (Satpel) Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Gilimanuk, I Putu Agus Kusuma Atmaja, menegaskan bahwa patroli berkala terus digencarkan di Pelabuhan Gilimanuk.

​“Kami memastikan setiap sapi yang dikirim keluar Bali telah mengantongi dokumen lengkap. Petugas akan memeriksa kelengkapan administrasi terlebih dahulu, mulai dari sertifikat veteriner hingga hasil uji laboratorium dari dinas terkait,” ujar Agus.

​Setelah dokumen dinyatakan valid, petugas karantina akan melakukan pemeriksaan fisik secara langsung di Instalasi Karantina Hewan Gilimanuk.

​"Jika hasilnya dinyatakan sehat dan layak, kami baru akan menerbitkan Sertifikat Kesehatan Hewan (KH-1) sebagai syarat wajib lalu lintas ternak antar-pulau," pungkasnya. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama