Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, I Putu Yudiatmika berharap
lintasan panjat tebing di GOR Ngurah Rai segera diperbaiki. (Foto: djo)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS
- Kondisi lintasan panjat tebing di GOR Ngurah Rai menuai sorotan dari
kalangan olahraga Bali. Fasilitas yang selama ini menjadi tempat pembinaan
atlet panjat tebing tersebut terlihat tidak terawat, dipenuhi semak belukar,
hingga dinilai sudah tidak layak digunakan.
Dari informasi yang dihimpun, usia lintasan panjat tebing di
kawasan tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 30 tahun. Kondisi lintasan
untuk nomor speed, lead, hingga boulder juga mengalami kerusakan cukup serius.
Bahkan, sejumlah besi penyangga terlihat keropos sehingga
dinilai membahayakan atlet jika tetap digunakan.
Situasi ini menjadi perhatian serius Pengurus Provinsi
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali yang berharap adanya langkah nyata
dari Pemerintah Provinsi Bali dan kepengurusan baru KONI Bali di bawah
kepemimpinan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.
Desakan perbaikan fasilitas olahraga muncul di tengah
prestasi membanggakan atlet panjat tebing Bali di level internasional.
Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, I Putu Yudiatmika, Selasa
(12/5/2026) menegaskan bahwa prestasi atlet harus diimbangi dengan perhatian
serius terhadap fasilitas olahraga dan sistem pembinaan berkelanjutan.
Yudiatmika yang juga Ketua Umum KONI Kota Denpasar ini
mengatakan, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan nyata terhadap
pembangunan maupun perawatan sarana olahraga, termasuk lintasan panjat tebing
berstandar internasional.
“Untuk fasilitas olahraga sebenarnya tidak membutuhkan
anggaran terlalu besar dibanding total anggaran olahraga yang ada. Dengan
perawatan yang baik, fasilitas itu bisa digunakan hingga puluhan tahun,” ujar
Putu Yudiatmika.
Ia menambahkan, untuk membangun lintasan panjat tebing
berstandar internasional, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp20
miliar.
Ia juga menyoroti pentingnya pemberian penghargaan atau
reward bagi atlet berprestasi secara berjenjang, mulai dari tingkat daerah
hingga nasional.
“Harus ada perhatian pemerintah untuk memberikan reward
kepada atlet-atlet berprestasi, mulai dari daerah, provinsi sampai pelatnas,”
katanya.
Selain itu, ia berharap kepengurusan KONI Bali yang baru dapat
memberikan perhatian yang adil kepada seluruh cabang olahraga tanpa membedakan
tingkat popularitas masing-masing.
“Jangan hanya melihat cabang olahraga yang punya massa besar
saja. Semua cabang olahraga perlu mendapatkan perhatian yang sama,” tegasnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi faktor penting untuk
menjaga kesinambungan prestasi olahraga Bali di tingkat nasional maupun
internasional.
“Kami berharap ada instruksi dan perhatian nyata dari
pemerintah terhadap pengembangan cabang olahraga,” pungkasnya. (djo)
