Perspectives News

Gubernur Siquijor Filipina ‘Berguru’ ke Bali: Pelajari Rahasia Pariwisata Berbasis Budaya



Gubernur Koster menerima kunjungan resmi Gubernur Siquijor, Filipina, Jake Vincent Sarmiento Villa, di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (10/5). (Foto: Hums. Prov. Bali) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan resmi Gubernur Siquijor, Filipina, Jake Vincent Sarmiento Villa, di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (10/5). Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran ilmu terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Dalam diskusi tersebut, Gubernur Koster menekankan bahwa fondasi utama pariwisata Bali terletak pada tiga pilar: kekuatan budaya, keindahan alam, dan keramahtamahan masyarakat. Menurutnya, ketiga unsur ini adalah ekosistem yang saling menguatkan dan tidak dimiliki oleh daerah lain.

“Budaya, alam, dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan utama pariwisata Bali yang harus terus dijaga dan dilestarikan," ujar Koster. 

Gubernur asal Desa Sembiran ini juga menjelaskan bahwa Pemprov Bali berkomitmen penuh menjaga alam melalui kebijakan strategis. Pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan di Bali. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan sejumlah kebijakan lainnya terkait pengelolaan sampah berbasis sumber guna menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kebijakan ini adalah bagian dari upaya menjaga alam Bali agar tetap bersih dan sehat. Pelestarian lingkungan adalah prioritas utama karena alam merupakan aset vital bagi kehidupan masyarakat sekaligus sektor pariwisata,” tegas Koster.

Ia menambahkan bahwa identitas budaya yang kuat, mulai dari tradisi hingga seni, memberikan pengalaman unik bagi wisatawan yang sulit ditemukan di belahan dunia lain.

Sementara itu, Gubernur Siquijor, Jake Vincent Sarmiento Villa, mengungkapkan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mempelajari bagaimana Bali mampu mempertahankan eksistensinya sebagai destinasi kelas dunia.

“Kami datang untuk mempelajari bagaimana pariwisata Bali bisa berkembang sedemikian rupa hingga menjadi kiblat wisata internasional,” ungkap Jake.

Ia menilai keberhasilan Bali tidak lepas dari konsistensi masyarakat dalam menjaga identitas daerahnya. Pengalaman Bali ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Siquijor—provinsi terkecil ketiga di Filipina yang juga mengandalkan sektor pariwisata dan keindahan alam.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini ditutup dengan pertukaran data statistik pariwisata serta harapan akan adanya kolaborasi konkret di masa depan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan promosi budaya antara kedua wilayah. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama