Ketua Umum Muaythai Indonesia Pengprov Bali, I Wayan Mariyana Wandira (kanan) akan meningkatkan kualitas medali saat PON Bela Diri 2026 di Sulut, Oktober mendatang. (Foto: djo)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali akan mempersiapkan
atletnya sebaik mungkin untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela
Diri 2026 di Sulawesi Utara, Oktober 2026 nanti.
Ketua Umum Pengprov MI Bali I Wayan Mariyana Wandira,
mengatakan, PON Bela Diri 2026 adalah ajang khusus, yang mempertandingkan
delapan cabor bela diri termasuk muaythai.
“Sebagai event pertama kali digelar, MI Bali akan
mempersiapkan atlet sebaik mungkin agar meraih prestasi di event tersebut,”
ujar I Wayan Mariyana Wandira.
Wandira yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum MI Bali
masa bakti 2026-2030 melalui Musprovlub di Warung UZO Madu Sedana, Sanur,
Selasa (28/4/2026) malam, mengatakan akan menyeleksi atlet muaythai Bali untuk
selanjutnya dilakukan pemusatan latihan sebelum dikirim ke PON Bela Diri 2026.
“Ada sisa waktu 5 bulan untuk gelaran PON Bela Diri, kami
akan koordinasi dengan Pengkab dan Pengkot MI seluruh Bali melalui rapat kerja
daerah secepatnya,” ujar Wandira yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini.
Untuk diketahui saat PON XXI/2024 Aceh-Sumut, cabor muaythai
Bali meraih 2 medali perunggu. Menurut Wandira, medali perunggu yang diraih
saat PON XXI harus ditingkatkan kualitasnya pada PON Bela Diri 2026.
Karena itu, lanjut Wandira, dalam mempersiapkan atlet
muaythai ke PON Bela Diri pihaknya akan menggelar kejuaraan open di Canggu,
Kabupaten Badung, Juni 2026 nanti. Di ajang ini nantinya atlet Bali yang meraih
medali di PON XXI akan diadu dengan atlet daerah lain, bahkan dari luar negeri.
Selain PON Bela Diri 2026, Wandira mengatakan pihaknya juga
harus menyiapkan sebaik mungkin altet yang akan dikirim ke PON XXII/2028 Nusa
Tenggara Barat-Nusa Tenggara Timur.
Begitu juga dengan gelaran Porsenijar Bali, pihak MI Bali
menurut Wandira juga harus mempersiapkan segala sesuatunya termasuk wasit/juri
agar ajang yang diikuti atlet seluruh Bali itu berjalan tanpa ada persoalan
yang timbul.
“Semuanya akan kami bahas saat rapat kerja, yang akan kami
laksanakan setelah kepengurusan MI Bali masa bakti 2026-2030 mendapatkan SK
dari PB MI, saya berharap MI Kabupaten dan Kota menyiapkan agenda kejuaraan di
daerah masing-masing sehingga muncul regenerasi atlet,” pungkasnya. (djo)
