Ratusan warga berdatangan menyaksikan langsung seekor paus raksasa terdampar di pantai Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana Bali, Selasa (5/5/2026). (Foto:dik/Perspectives).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Keheningan pesisir Banjar
Anyar Sari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, pecah pada Selasa (5/5/2026)
siang. Seekor paus berukuran raksasa ditemukan terdampar, memicu kedatangan
ratusan warga yang penasaran ingin melihat langsung fenomena langka tersebut.
Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 14.00 WITA.
Menurut kesaksian warga, mamalia laut tersebut awalnya terlihat masih bergerak
di jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Namun, seiring menyusutnya
permukaan air laut, paus itu perlahan kehilangan daya hingga akhirnya tak lagi
bergerak dengan posisi kepala menghadap ke laut.
Babinsa Desa Nusasari, Serda Sigit Artoni, menuturkan bahwa
pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Dijelaskan, sekitar pukul 14.00 WITA, warga melihat
pergerakan paus di area dangkal. Sekitar pukul 15.00 WITA, Petugas tiba di
lokasi dan mendapati paus dalam kondisi tidak bergerak akibat air surut.
Diduga kuat paus tersebut telah mati karena terlalu lama
terjebak di area dangkal tanpa pasokan air yang cukup.
"Awalnya masih bisa bergerak, tapi karena air semakin
surut, kemungkinan besar ia sudah mati," ujar Serda Sigit di lokasi
kejadian.
Meski kondisi satwa dilindungi tersebut memprihatinkan,
lokasi kejadian justru berubah menjadi destinasi wisata dadakan. Ratusan warga
dari berbagai penjuru Jembrana berbondong-bondong memadati area pantai. Tak
sedikit dari mereka yang memanfaatkan momen ini untuk berswafoto di depan
bangkai paus raksasa tersebut.
"Saya tahu dari teman, langsung berangkat ke sini
karena jarang ada kejadian seperti ini," ungkap Wayan Ginok, salah satu
warga setempat yang hadir di lokasi.
Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga
ketertiban, sejumlah petugas dari Polairud Polres Jembrana serta TNI AL
Gilimanuk telah disiagakan di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berkoordinasi
dengan pihak terkait untuk proses evakuasi lebih lanjut terhadap bangkai
mamalia tersebut. (dik)
