Perspectives News

Madura United Keluar dari Zona Degradasi usai Kalahkan Semen Padang 1-0

 

Duel sesama tim papan bawah Semen Padang kontra Madura United di pekan ke-30 berlangsung sengit karena keduanya sama-sama ingin keluar dari zona degradasi. Madura United lebih beruntung karena berhasil memenangi laga. (Foto: ileague.id)

PADANG, PERSPECTIVESNEWS – Madura United keluar dari zona Degradasi setelah di pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 menang 1-0 atas Semen Padang FC di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu (29/4/2026) sore.

Dengan hasil itu Madura kini berada di posisi 15 klasemen sementara dengan 29 poin dari hasil 7 kali menang, 8 kali seri, dan 15 kali kalah. Sementara bagi Semen Padang tetap di peringkat 17 dengan 20 poin dari 5 kali menang, 5 kali seri, dan 20 kali kalah.

Laga antara tuan rumah Semen Padang kontra Madura United berlangsung menarik, kedua tim sama-sama melancarkan gempuran berbahaya agar mereka keluar dari zona degradasi dengan meraih kemenangan di laga tersebut.

Madura United lebih beruntung karena pada menit ke-15 Jose Brandao berhasil menyundul bola memaksimalkan umpan silang di sisi kiri pertahanan Semen Padang. Gol Jose Brandao itu menjadi satu-satunya gol di laga tersebut.

Kekalahan ini membuat Semen Padang mencatat lima kekalahan secara beruntun yang membuat posisi di papan klasemen makin dekat dengan jurang degradasi.

“Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah. Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” kata pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury usai pertandingan dikutip dari ileague.id.

Dimata mantan pelatih Malut United FC itu, ternyata perjuangan keras di lapangan hanya dijalankan oleh sejumlah pemain saja.

“Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggungjawab saya sebagai pelatih. Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara. Saya tetap apresiasi beberapa pemain yang tampil luar biasa hari ini,” dia menambahkan.

Dan meski Semen Padang sudah ada di tepi jurang degradasi dengan hanya menyisakan empat laga saja saat ini, Imran Nahumarury memastikan tetap tidak akan menyerah. “Secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). Namun saya punya tanggungjawab pada kondisi apapun itu. Saya akan terus sampai akhir kompetisi,” dia menegaskan.

Mengenai kemungkinan faktor kelelahan akibat jadwal yang padat di kompetisi, Imran mengelak. “Kelelahan karena jadwal yang ketat tidak bisa dijadikan alasan. Madura United dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. Sekali lagi, ini terkait mentalitas,” pungkasnya. (nong)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama