Perspectives News

Pascapandemi Covid-19, Kembali Imigrasi Ngurah Rai dan Media Gelar Media Gathering

 





Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan saat memberikan sambutan di acara Media Gathering, Rabu (6/5/2026), di Aula Kantor Imigrasi Ngurah Rai. (Foto: lan)

BADUNG, PERSPECTIVESNEWSSetelah pandemi Covid-19 atau selama enam tahun (2020-2026), Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai kembali menggelar kegiatan media gathering bersama puluhan media di wilayah kerja Imigrasi Ngurah Rai, Rabu (6/5/2026), di Aula Kantor Imigrasi Ngurah Rai.

 

Meski cukup lama tak melaksanakan Medgath, namun suasana gathering tetap guyub dan justru makin meriah. “Cukup lama tidak ada media gathering. Moga pertemuan pascapandemi kali ini menjadi perekat hubungan baik antara rekan-rekan media dengan Imigrasi Ngurah Rai,” terang Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan dalam sambutannya.

 

Dikatakan Bugie, momen ini selain bertujuan memperkuat sinergi serta menjalin kerja sama yang harmonis antara jajaran Imigrasi dengan media massa, sekaligus menjadi wadah komunikasi dua arah dalam mendukung keterbukaan informasi publik.

 

Bugie menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian, mulai dari pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pengawasan terhadap warga negara asing (WNA), hingga pelayanan prima bagi warga negara Indonesia (WNI) maupun WNA.




Foto bersama pejabat 
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dengan sejumlah media usai gelar Media Gathering, di aula kantor setempat, Rabu (6/5/2026).  (Foto: Ist) 

 

“Kami menyadari dukungan rekan-rekan media sangat krusial dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap proses pelaksanaan tugas keimigrasian dapat berjalan lebih optimal, lancar, dan efisien,” ujar Bugie.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini terjalin antara Imigrasi Ngurah Rai dan insan pers.

 

“Terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang telah terjalin. Semoga sinergi ini memberikan manfaat besar bagi jajaran Imigrasi Bali, khususnya Imigrasi Ngurah Rai,” tambahnya.

 

Setor PNBP Rp364,7 M

 

Dalam paparan singkatnya, Bugie Kurniawan menyebutkan Imigrasi telah menyetorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp364,7 miliar selama periode Januari-April 2026.

 

“Realisasi itu sudah mencapai 22,7 persen dari target tahun ini sebesar Rp1,6 triliun,” katanya.

 

Realisasi itu lebih rendah dibandingkan periode sama 2025 yang saat itu mencapai Rp531,1 miliar dengan target saat itu mencapai Rp1,56 triliun.

 

Selain berasal dari pendapatan visa, PNBP di Imigrasi juga bersumber dari pendapatan paspor, pendapatan izin keimigrasian dan izin masuk kembali dan pendapatan pelayanan keimigrasian lainnya.

 

Menurutnya, konflik Timur Tengah menjadi salah satu penyebab kontraksi penerimaan PNBP karena sempat ditutupnya jalur udara yang berdampak terhadap pembatalan penerbangan internasional khususnya yang transit di Timur Tengah seperti Doha, Dubai, dan Abu Dhabi.

 

Untuk menggenjot penerimaan, pihaknya akan menambah inovasi berupa layanan baru kepada masyarakat dan wisatawan asing yang mengurus izin keimigrasian untuk memberikan nilai tambah.

 

Salah satunya menambah kenyamanan dan layanan ruang tunggu (lounge) di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. “Kami akan meningkatkan layanan yang harapannya salah satunya untuk mendorong PNBP,” ucapnya.

 

Perbaiki Kinerja dan Berikan Pelayanan Terbaik

 

Sementara Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun transparansi dan mendukung peningkatan kinerja jajaran Imigrasi di Bali.

 

“Kegiatan ini merupakan wadah silaturahmi sekaligus ruang komunikasi untuk membangun keterbukaan antara jajaran Imigrasi Bali dengan rekan-rekan media. Kami berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan sebagai bagian dari komitmen kami untuk terus memperbaiki kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara institusi pemerintah dan media menjadi kunci penting dalam mengawal kebijakan keimigrasian, khususnya di Bali sebagai salah satu gerbang internasional Indonesia. (lan/*)

 

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama