General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyonugroho (paling kanan) sedang melakukan pemeriksaan Kartu Tanda Anggota (KTA) Satuan Pengamanan di PLN UP2D Bali, Rabu (13/5/2026). (Foto: PLN)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Dalam upaya menjaga
pasokan listrik tetap andal dan aman bagi masyarakat Bali, PT PLN (Persero)
Unit Induk Distribusi (UID) Bali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terkait
keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta keamanan operasional di kantor PLN
UP2D Bali.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh General Manager PLN UID
Bali, Eric Rossi Priyonugroho, Rabu (13/5/2026) bersama jajaran pengelola K3
dan keamanan.
Sidak dilakukan untuk memastikan seluruh proses operasional
kelistrikan berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang
telah ditetapkan.
Dalam pemeriksaan tersebut, General Manager memeriksa
kesiapan personel, kelengkapan alat pelindung diri (APD), sistem pengamanan
aset dan instalasi, hingga kesiapan sarana penanganan kondisi darurat di
lingkungan kerja UP2D Bali.
Langkah ini dinilai penting karena operasional kelistrikan
yang aman dan tertib dapat meminimalkan risiko gangguan listrik maupun
kecelakaan kerja yang berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyonugroho,
menegaskan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi fondasi utama dalam
menjaga keandalan sistem kelistrikan di Bali.
“Keselamatan dan keamanan kerja bukan hanya kewajiban
perusahaan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan listrik tetap
andal untuk masyarakat. Bali merupakan daerah dengan aktivitas masyarakat,
pariwisata, dan kegiatan adat yang sangat dinamis, sehingga keandalan listrik
harus terus dijaga melalui operasional yang aman dan disiplin,” ujarnya.
Sementara itu, Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan,
mengatakan bahwa kegiatan sidak ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai
untuk selalu mengutamakan budaya keselamatan dalam setiap pekerjaan.
“Melalui kegiatan ini, Manajemen ingin memastikan seluruh
pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur dan standar keselamatan yang berlaku.
Dengan budaya safety yang kuat, potensi risiko kerja maupun gangguan
operasional dapat ditekan sehingga pasokan listrik untuk masyarakat tetap
terjaga,” ungkap Petrus.
PLN UID Bali berharap kegiatan pengawasan seperti ini dapat
terus memperkuat kesiapan operasional dan budaya keselamatan kerja, sehingga
pelayanan kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan dapat terus mendukung
aktivitas masyarakat Bali, termasuk sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta
kegiatan adat dan keagamaan yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat
Pulau Dewata. (lan/pln)
