Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan dialog bersama jajaran pengurus BEM FH UNUD, Selasa (19/5) di Kantor Walikota Denpasar. (Foto:hums.dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima audiensi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH UNUD) pada Selasa (19/5) di Kantor Walikota Denpasar. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan diisi dengan dialog konstruktif untuk mencari solusi optimal dalam penanganan sampah di Kota Denpasar.
Kehadiran pengurus BEM FH UNUD dipimpin langsung oleh sang Ketua, I Gusti Agung Roman Kertajaya. Ia didampingi oleh Wakil Ketua Pande Putu Jiyestha Nugraha, Kabid Kajian dan Aksi Strategis Ida Bagus Gede Permana Putra Manuaba, Kabid Pengabdian Masyarakat I Wayan Aditya Dharma, serta Kabid Jaringan Komunikasi dan Informasi Putu Wiryateja Kusuma Prima Harsa.
Sementara itu, Wawali Arya Wibawa didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa, Kepala Badan Kesbangpol Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja, serta perwakilan instansi terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BEM FH UNUD, I Gusti Agung Roman Kertajaya, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk menyerahkan policy brief. Dokumen ini memuat analisis berbasis data sekaligus rekomendasi solusi konkret terkait pengelolaan sampah di Kota Denpasar.
“Kami menyampaikan terimakasih atas perhatian Pemkot Denpasar dan kesempatan untuk berdialog langsung bersama Bapak Wakil Walikota Denpasar,” ujarnya.
Wakil Ketua BEM FH UNUD, Pande Putu Jiyestha Nugraha, menambahkan bahwa pihaknya mendukung penguatan penegakan hukum bagi pelanggar yang membuang sampah sembarangan. BEM FH UNUD juga mendorong optimalisasi pemerataan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R di seluruh desa dan kelurahan.
Selain itu, pihak mahasiswa mengapresiasi langkah pionir Pemkot Denpasar dalam gerakan pengurangan kantong plastik sekali pakai.
"Sinergi antara regulasi pemerintah, desa adat melalui perarem, serta edukasi masyarakat menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan," tutur Pande.
Menanggapi hal tersebut, Wawali Arya Wibawa memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian dan masukan dari para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa rekomendasi yang tertuang dalam policy brief tersebut akan menjadi bahan pertimbangan penting bagi Pemkot Denpasar dalam merumuskan kebijakan ke depan.
Arya Wibawa juga memaparkan berbagai program yang tengah berjalan di Denpasar. Mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber melalui teba vertikal, komposter, dan bank sampah, hingga optimalisasi TPST yang didukung teknologi pengolahan modern serta energi baru terbarukan.
“Pembinaan disiplin pengelolaan sampah juga melibatkan peran OPD Pemkot Denpasar sebagai bapak angkat kebersihan di desa dan kelurahan,” pungkas Arya Wibawa. (Pur/humasdps)