Perspectives News

Hadiri Rakor Pengelolaan Sampah Bersama Menteri LH, Jaya Negara Dorong Kolaborasi Sektor Pariwisata dan Pemerintah

Wali Kota Jaya Negara, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali di Hotel The Meru Sanur, Selasa (9/6). (Foto:HumasDps) 


DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Peran Serta Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) dalam Pengelolaan Sampah di Provinsi Bali. Acara yang krusial bagi masa depan pariwisata Bali ini berlangsung di Hotel The Meru Sanur pada Selasa (9/6).

​Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Mohamad Jumhur Hidayat. Turut hadir Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati, serta jajaran pelaku usaha pariwisata, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait.

​Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati menekankan pentingnya kolaborasi kuat antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup. Sektor Horeka dibidik karena merupakan salah satu pilar utama penggerak industri pariwisata di Pulau Dewata.

​"Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Lingkungan Hidup terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penanganan sampah di sektor hotel, restoran, dan kafe. Tim kami juga telah beberapa kali turun langsung melakukan peninjauan serta memberikan pendampingan terkait arahan dan perhatian yang diberikan kepada pelaku industri pariwisata," ujar Ni Luh Enik Ermawati.

​Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, dalam satu tahun terakhir terdapat empat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di sejumlah destinasi wisata nasional yang sedang dalam proses penutupan. Keempatnya meliputi TPA Suwung di Bali, TPA Piyungan di Yogyakarta, TPPAS Regional Sarimukti di Jawa Barat, dan TPSA Cipeucang di Tangerang Selatan, Banten.

​Oleh karena itu, pertemuan ini dinilai menjadi momentum krusial untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata dalam merumuskan solusi konkret.

​"Masalah sampah adalah persoalan yang harus kita selesaikan bersama-sama. Mudah-mudahan melalui pertemuan ini seluruh kendala komunikasi dapat teratasi dan kita bisa bergerak bersama dalam menciptakan Bali yang bersih dan berkelanjutan," tambahnya.

​Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI, Mohamad Jumhur Hidayat, mengajak seluruh pihak untuk fokus pada aksi nyata. Sebelum memimpin rapat, Menteri Jumhur sempat meninjau langsung sejumlah fasilitas pengelolaan sampah di Bali, mulai dari TPST, TPS3R, hingga TPA Suwung.

​Dari hasil peninjauan lapangan tersebut, ia memuji kesadaran masyarakat Bali yang sudah mulai memilah sampah sejak dari rumah.

​"Saya melihat semangat dan upaya masyarakat Bali dalam memilah sampah sangat menggembirakan. Jika gerakan ini terus diperkuat, saya optimistis persoalan sampah dapat diselesaikan secara bertahap," kata Menteri Jumhur.

​Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah sampah di Bali sangat penting demi menjaga citra positif Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. Namun, ia mengingatkan agar proses transisi ini tetap berpihak pada aspek sosial-ekonomi warga lokal.

​"Rapat ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi mencari solusi. Dalam proses transisi pengelolaan sampah, kita juga tidak boleh mengabaikan masyarakat yang selama ini terlibat di dalamnya. Justru harus diberikan ruang agar dapat berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik," tegasnya.

​Secara khusus, Menteri Jumhur juga mengapresiasi langkah taktis Pemerintah Kota Denpasar yang telah mengaktifkan 23 unit TPS3R. Langkah ini dinilai efektif mengurangi volume sampah langsung dari sumbernya, sekaligus membuka peluang ekonomi sirkular melalui produk turunan seperti kompos, media tanam, hingga bahan bakar alternatif (RDF) pengganti batu bara.

​Ditemui usai rakor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menegaskan komitmen Pemkot Denpasar untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mengurangi ketergantungan pada TPA.

​"Yang ditutup bukan TPA-nya, tetapi sistem open dumping sesuai arahan Bapak Menteri. Komitmen Kota Denpasar adalah mengoptimalkan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya, baik di sektor Horeka maupun seluruh lapisan masyarakat. Pelaku usaha juga telah menunjukkan komitmen untuk turut melakukan pengurangan dan pengolahan sampah," jelas pria yang akrab disapa Gustra ini.

​Ke depan, Pemkot Denpasar akan menggandeng sektor pariwisata secara masif melalui sosialisasi, pengawasan, dan pembinaan yang ketat. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh komitmen pengelolaan sampah berjalan konsisten demi mewujudkan lingkungan Bali yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. ​(Ayu/humas.dps)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama