Perspectives News

Anjing Positif Rabies, Jembrana Gencarkan Vaksinasi Darurat

 


Petugas Medikvet Jembrana, menggelar vaksinasi emergensi di Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa (23/6/2026). (Foto: dik/perspectives)

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Ancaman virus rabies kembali mengintai Kabupaten Jembrana. Seekor anjing ras yang menggigit sejumlah warga di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, dikonfirmasi positif rabies berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

​Menyikapi temuan tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Jembrana melalui Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (PKH-Kesmavet) langsung bergerak cepat menggelar vaksinasi emergency (darurat), Selasa (23/6/2026), guna memutus rantai penularan virus mematikan tersebut.

Dipimpin Tim Medik Veteriner Kecamatan Negara dan didampingi Kepala Kewilayahan Banjar Tangi, petugas menyisir area dalam radius 3 kilometer dari lokasi kasus dengan metode door-to-door.

​Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, drh. Ni Nyoman Citra Susilawati, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari laporan peristiwa gigitan anjing pada 15 Juni 2026.

​"Laporan masuk terkait gigitan pada 15 Juni. Kemudian anjingnya mati pada 16 Juni dan petugas kami langsung melakukan pengambilan sampel. Hasil pemeriksaan laboratorium diterima pada 21 Juni 2026 dan terkonfirmasi positif rabies," ujar Citra di sela-sela kegiatan vaksinasi.

​Tingginya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi penularan rabies membuat sangat merespon vaksinasi darurat ini. Selain mendatangi rumah ke rumah, petugas juga melayani pemilik HPR yang berinisiatif membawa langsung hewan peliharaannya kepada petugas.

​Proses vaksinasi di lapangan membutuhkan pendekatan khusus tergantung karakter hewan. ​Anjing besar/agresif, petugas menggunakan alat tulup (sumpit tiup) demi keamanan. Sementara ​kucing, pemilik diwajibkan memegang hewan secara langsung untuk memastikan akurasi dosis vaksin, mengingat risiko kegagalan metode tulup yang tinggi pada kucing.

​Dari aksi darurat tersebut, petugas berhasil menyuntikkan vaksin kepada 50 ekor HPR, yang terdiri dari 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing.

​Selain memberikan kekebalan imun pada hewan, tim medik juga mengedukasi warga agar tidak melepasliarkan hewan peliharaan mereka demi menghindari kontak dengan hewan liar. Masyarakat juga diimbau untuk melakukan vaksinasi rutin secara berkala.

​Kasus di Desa Tegal Badeng Timur ini menambah daftar panjang temuan rabies di Kecamatan Negara sepanjang semester pertama tahun 2026. Data Medik Veteriner mencatat, total ada 12 sampel anjing yang dinyatakan positif rabies sejak Januari hingga Juni 2026.

​Sebaran 12 kasus rabies tersebut yakni, Desa Banyubiru menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni 5 sampel positif rabies.

Kemudian Desa Baluk dan Desa Berangbang masing-masing 2 kasus. Sementara Kelurahan Loloan Barat, Kelurahan Banjar Tengah, dan Desa Tegal Badeng Timur masing-masing tercatat 1 kasus positif.

Pemerintah daerah dipastikan tidak berhenti sampai di sini. Agenda vaksinasi lanjutan akan segera dijadwalkan kembali di Desa Tegal Badeng Timur dengan melibatkan Tim Siaga Rabies (Tisira) guna memastikan wilayah tersebut benar-benar aman. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama