Suasana toko penjual asesoris penjor jelang Galungan Kuningan di Jalan Negara-Gilimanuk, Desa Kaliakah, Negara, Jembrana, Selasa (16/6/2026). (Foto: dik/perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Menjelang Hari Raya
Galungan dan Kuningan, berkah melimpah tengah dirasakan oleh para pedagang
aksesori penjor di Kabupaten Jembrana.
Salah satu lapak kelengkapan penjor di Jalan
Negara-Gilimanuk, Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, tampak
ramai diserbu pembeli pada Selasa (16/6/2026).
Yulia Kusuma (21), salah seorang penjual, mengungkapkan
bahwa angka penjualan musim ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan
perayaan Galungan sebelumnya.
"Sekarang pembelinya meningkat drastis hingga 20
sampai 25 persen. Peningkatan ini sudah terasa sejak seminggu sebelum hari
raya. Komoditas yang paling diburu adalah bahan dasar seperti bambu,
kolong-kolong, dan gempong," ujar Yulia.
Untuk memenuhi kebutuhan umat Hindu, Yulia menyediakan
beragam aksesori mulai dari satuan hingga paket siap pakai. Meskipun ada
sedikit kenaikan harga sekitar Rp5.000 per item, minat masyarakat tetap tinggi.
Adapun rincian harga yang ditawarkan dari aksesori satuan
mulai dari Rp30.000 hingga ratusan ribu rupiah. Sedangkan untuk harga paket
lengkap satu set penjor kisaran Rp200.000, varian yang paling laris dicari
pembeli dan paket set premium dikisaran Rp400.000 (tergantung tingkat
kerumitan).
Tren membeli penjor siap pakai ini rupanya dipicu oleh
pergeseran preferensi masyarakat yang menginginkan efisiensi waktu. Membuat
penjor secara mandiri dinilai menyita terlalu banyak energi.
Hal tersebut diakui oleh Ni Ketut Sariani (50), seorang
pembeli asal Tukadaya, Melaya. Ia sengaja datang untuk membeli penjor jadi demi
menghemat waktu.
"Selisih harganya beda tipis, jadi lebih baik beli
langsung. Kalau bikin sendiri prosesnya bisa memakan waktu satu sampai dua
hari," pungkas Sariani. (dik)
