Perenang China, Korea Selatan, dan Vietnam naik podium masing-masing dengan medali emas, perak dan perunggu yang diraih dari Nomor Estafet Campuran 4 x 1.500 Meter di ajang 12th Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026, Minggu (14/6/2026) (Foto: djo)
BADUNG,
PERSPECTIVESNEWS – Kontingen China menambah perbandaharaan medalinya pada ajang
12th Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 setelah empat perenang
mereka Yijing Chen, Shutong Wu, Jinhou Zhang
dan Tianchen Lan meraih medali emas nomor estafet campuran 4 x 1.500 meter.
Berlomba di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu
(14/6/2026), empat perenang perairan terbuka China tersebut menyelesaikan 4 x
1.500 meter dengan catatan waktu total 56 menit 42,3 detik dan berhak atas
medali emas.
Sedangkan medali perak diraih Korea Selatan setelah empat
perenang mereka masing-masing Jun San Yoon, Hae Rim Lee, Ji Yeon Hwang dan Se
Boom Oh mencatatkan waktu 57 menit 07,9 detik.
Untuk medali perunggu berhasil disabet kontingen Vietnam
dengan catatan waktu yang dibukukan 57 menit 31,7 detik. Empat perenang
perairan terbuka Vietnam itu, yakni Huy Hoang Nguyen, Thi My Tien Vo, Kha Nhi
Nguyen dan Tran Tuan Anh Mai.
Sementara tuan rumah Indonesia yang menurunkan empat atletnya,
yang salah satunya menempa ilmu di Prancis, yaitu Izzy Dwifaiva Hefrisyanthy berada
di posisi delapan dengan catatan waktu total 1 jam 4 menit 36,4 detik.
Ketua Panitia Penyelenggara Asian OWS Championship 2026, Kiki Taher (Foto: djo)
Perlu lebih banyak
Ketua Panitia Penyelenggara Asian OWS Championship 2026,
Kiki Taher ditemui di sela kejuaraan, Minggu (14/6/2026), mengatakan, perlu
lebih banyak “Izzy Izzy” yang lain agar supaya prestasi renang perairan terbuka
Indonesia bisa bersaing di kancah Asia.
Kiki Taher yang juga Ketua Bidang Branding dan Marketing PB
Akuatik Indonesia, mengatakan Izzy merupakan atlet muda dan satu-satunya yang
sedang berlatih di Prancis. Ia melanjutkan, Indonesia perlu lebih banyak lagi
mengirim perenang perairan terbuka mengikuti kejuaraan dan pelatihan di luar
negeri.
“OSW bagi kita adalah untuk pembinaan, banyak atlet muda
kita yang perlu dilibatkan dalam berbagai kejuaraan baik di dalam maupun luar
negeri. PB Akuatik Indonesia siap memfasilitasi dengan memberikan beasiswa
kepada perenang kita yang berpotensi,” ujar Kiki Taher.
Untuk renang jarak jauh, Indonesia diharapkan mampu
mengatasi dominasi negara-negara seperti Vietnam, Thailand, dan Singapura. (djo)

