Perspectives News

Dipuput 9 Sulinggih, Wali Kota Jaya Negara Hadiri Puncak Karya di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek

Wali Kota Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, saat mengikuti rangkaian Puncak Karya Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek, Buleleng, Minggu (14/6). (Foto : HumasDps) 


BULELENG, PERSPECTIVESNEWS – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Puncak Karya Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dan Pura Taman Beji Segara Rupek, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Minggu (14/6).

Kehadiran Jaya Negara yang juga Penglingsir Puri Penatih, Ketua Umum Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih, sekaligus Pengrajeg Karya tersebut, didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

​Puncak karya yang bertepatan dengan Tilem Sasih Sadha ini berlangsung khidmat sejak pagi hari. Prosesi dipuput oleh sembilan sulinggih dari berbagai griya di Bali, di antaranya Ida Pedanda Gede Sukawati Manuaba (Wiku Yajamana), Ida Pedanda Bhoda, Ida Rsi Bhujangga Hari Dantam, Ida Pedanda Reshi Agung Pinatih Kusuma Yoga, Ida Rsi Agung Sidemen Sumurdha Gotama Karang, Ida Pedanda Gede Putra Sidhanta Manuaba, Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang, Ida Rsi Agung Putra Sidhimantra, serta Ida Pedanda Gede Dwija Putra Manuaba.

​Sehari sebelumnya, Sabtu (13/6), telah dilaksanakan prosesi Melasti dan mulang pakelem yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Dalem, Ida Pedanda Dwija Padang Rata, dan Ida Pedanda Nabe Istri Rai Sigaran.

​Jaya Negara menjelaskan, rangkaian Melasti memiliki makna penting sebagai penyucian dan permohonan kerahayuan agar seluruh rangkaian yadnya berjalan lancar. 

"Melalui pelaksanaan Melasti ini, diharapkan seluruh rangkaian Karya Agung di Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek dapat berlangsung lancar dan memberikan kerahayuan bagi umat serta alam semesta," ujarnya.

​Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat, termasuk para sulinggih, pemerintah, pengempon, donatur, dan masyarakat yang tangkil serta makarya. Menurutnya, sinergi ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian pura kahyangan jagat yang bernilai sejarah tinggi ini.

​"Karya ini merupakan wujud bhakti yang tulus kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesucian dan kelestarian Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek sebagai pura kahyangan jagat," kata Jaya Negara.

​Ditambahkannya, karya yang dipuput para sulinggih dari berbagai soroh dan wangsa di Bali ini bertujuan menyucikan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit.

​"Melalui karya ini kita bersama-sama memohon agar alam semesta senantiasa dianugerahi keselamatan, kedamaian, dan kerahayuan. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan bhakti yang terbangun selama pelaksanaan karya menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Bali," pungkasnya sembari menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Bali Wayan Koster, Pemda se-Bali, dan Bank BPD Bali. (Put/HumasDps) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama