Perspectives News

Dua Hari, Dua Penyu Lekang Mati Misterius di Pantai Perancak

 


Petugas dari Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Perancak mengevakuasi seekor bangkai penyu lekang (Lepidochelys olivacea) yang ditemukan mati terdampar di kawasan Pantai Perancak, Kabupaten Jembrana, Kamis (18/6/2026). (Foto: KPP Kurma Asih).

JEMBRANA, PESPECTIVESNEWS- Dalam dua hari berturut-turut, dua ekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) berjenis kelamin jantan ditemukan mati terdampar di kawasan Pantai Perancak, Kabupaten Jembrana. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian kedua satwa dilindungi tersebut masih menjadi misteri.

​Kasus pertama terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.00 WITA di kawasan Kurma Asih. Penyu jantan dengan panjang karapas 64 cm dan lebar 62 cm ini ditemukan tersangkut di batu senderan pantai. Karena kondisi tubuhnya sudah mulai rusak, tim Kurma Asih bersama relawan mahasiswa asal Singapura langsung menguburkannya di sekitar lokasi.

​Seolah belum usai, ancaman bagi biota laut ini kembali terbukti keesokan harinya. Pada Kamis (18/6/2026), seekor penyu lekang jantan dengan ukuran lebih besar, panjang karapas 72 cm dan lebar 70 cm, kembali ditemukan terdampar dalam kondisi tak bernyawa.

​Koordinator Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya, menduga penyu kedua ini sudah mati sekitar satu minggu sebelum terdampar di pantai.

​"Ketika ditemukan kondisinya sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat. Karena itu, kami langsung melakukan tindakan penguburan," ujar Anom.

​Hingga saat ini, pihak konservasi belum bisa memastikan apakah ada faktor pencemaran lingkungan, aktivitas manusia, atau faktor alam yang memicu kematian beruntun ini.

​Pihak Kurma Asih sangat menyayangkan kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk lebih peduli. Jika warga menemukan satwa laut yang terdampar, baik dalam kondisi hidup maupun mati, diharapkan segera melapor ke pihak terkait.

Penanganan yang cepat sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk evakuasi, tetapi juga demi kepentingan pendataan serta evaluasi konservasi di masa depan. (dik)

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama