Rangkaian kegiatan (BJI) Forum 2026 yang terdiri atas showcasing proyek unggulan se-Bali, serta Nusra sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project owner dan calon investor. (Foto: BI)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS- Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah
ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (yoy), meningkat
dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi
mencapai 28% terhadap perekonomian daerah.
Sepanjang
2025, realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat Rp42,82 triliun serta menyerap
lebih dari 68 ribu tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu
penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali. Di balik capaian tersebut, Bali masih
menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi.
Sebanyak
88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara
97% investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya
penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi
antarwilayah maupun sektor ekonomi.
Bank
Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi
Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan
kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui
penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026.
Kepala
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani menyampaikan, Bali
Jagadhita Investment Forum 2026 merupakan forum promosi investasi proyek
potensial yang ready to offer (IPRO) dari Balinusra yang
mencakup berbagai sektor yaitu infrastruktur, hilirisasi, pariwisata,
perdagangan, dan sektor unggulan lainnya.
Menurut Achris, pendekatan kawasan Balinusra dilakukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi antarwilayah.
Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita Investment Forum 2026 terdiri
atas showcasing proyek unggulan se-Bali, serta Nusa Tenggara
sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project
owner dan calon investor, serta site visit ke KEK
Kesehatan pertama di Indonesia, yaitu KEK Sanur Bali.
Di
hadapan para investor global saat membuka Bali Jagadhita Investment Forum 2026,
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali
Ketut Sukra Negara menyebutkan, Bali memiliki berbagai proyek unggulan yang
sangat terbuka bagi investor. Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh
Pemerintah dan Bali memiliki keunggulan sebagai destinasi yang telah dikenal
secara global.
Sukra
turut mengajak investor domestik dan global yang hadir untuk berinvestasi di
Bali. Sukra juga berharap terselenggaranya Bali Jagadhita Investment Forum 2026
dapat menjadi katalis investasi berkualitas di Bali.
Berbagai
proyek investasi unggulan yang dipromosikan pada showcasing dan
presentasi Bali Jagadhita Investment Forum, merupakan hasil kurasi Bali
Investment Challenge 2026.
Pendalaman
lebih lanjut terkait proyek dilakukan melalui sesi one on one business
meeting antara project owner dan calon investor, dan sesi one
on one meeting diikuti lebih dari 35 calon investor dari berbagai
negara, termasuk hadir pula Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain,
Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik
Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, serta perwakilan konsulat dan atase
perdagangan dari berbagai negara sahabat.
Program
ini merupakan wujud kolaborasi PIKBS dalam menghasilkan 22 proyek investasi
potensial dari Bali, NTB, dan NTT. Beberapa proyek tersebut di antaranya KEK
Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan proyek pengadaan electric vehicle
yang kemudian disusun dalam Katalog Investasi, dan selanjutnya diserahkan oleh
PIKBS kepada perwakilan duta besar dan perwakilan delegasi yang hadir.
Melalui
publikasi Katalog Investasi ini diharapkan mampu mempermudah perluasan
informasi dan promosi proyek investasi strategis kepada investor potensial yang
selanjutnya diharapkan dapat mendukung peningkatan realisasi investasi. Bank
Indonesia memperkirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di tengah
gejolak geopolitik global, yakni pada kisaran 5,4-5,9% (yoy).
Dengan
outlook ekonomi yang tetap kuat, terjaganya inflasi, tetap solidnya optimisme
pelaku usaha, dukungan insentif oleh pemerintah, serta daya saing daerah Bali
yang sangat baik tentunya semakin membuka peluang untuk peningkatan investasi
di Bali.
Melalui
Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah
Provinsi Bali berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek
strategis daerah, mendorong pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat
transformasi ekonomi Bali menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas,
dan berkelanjutan. (lan/bi)
