Majelis Wilayah (MW) KAHMI Bali foto bersama saat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII di Hotel Puri Ayu, Denpasar, Sabtu (13/6/2026). (Foto: Ist)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- Majelis Wilayah (MW)
KAHMI Bali menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) VII di Hotel Puri Ayu,
Denpasar, Sabtu (13/6/2026).
Acara ini dihadiri Koordinator Presidium Majelis
Nasional KAHMI Dr. Ir. H. Abdullah Puteh, M.Si, serta para Presidium Majelis
Daerah KAHMI se-Bali.
Dalam sambutannya, Abdullah Puteh menekankan pentingnya
konsolidasi internal organisasi dan sinergi dengan berbagai pihak untuk
meningkatkan peran KAHMI dalam pembangunan masyarakat dan bangsa.
"KAHMI harus menjadi rumah besar yang mampu membimbing
alumni muda agar terus berkiprah dalam berbagai sektor strategis kehidupan
bangsa," ujarnya.
Muswil ini diharapkan dapat menghasilkan beberapa agenda
penting, termasuk memperkuat konsolidasi internal, memperluas sinergi dengan
pemerintah daerah dan masyarakat, serta memperkuat kaderisasi dan regenerasi
kepemimpinan.
"KAHMI harus hadir melalui karya, gagasan, dan
pengabdian yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik," tambah Abdullah
Puteh.
Lebih lanjut mantan Gubernur Aceh ini mengatakan di tengah
berbagai tantangan nasional dan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi,
disrupsi teknologi, perubahan geopolitik, hingga tantangan kebangsaan, KAHMI
dituntut untuk terus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual.
KAHMI tidak boleh terjebak pada romantisme masa lalu, tetapi
harus menjadi organisasi yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan
masyarakat.
Dia berharap Muswil ini menghasilkan beberapa agenda penting.
Pertama, memperkuat konsolidasi internal organisasi dengan membangun
komunikasi yang sehat, budaya musyawarah yang konstruktif, dan semangat
kolektif dalam mengembangkan KAHMI.
Kedua, memperluas sinergi dengan pemerintah daerah,
perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen
masyarakat Bali dalam rangka mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, memperkuat kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan.
KAHMI harus menjadi rumah besar yang mampu membimbing alumni muda agar terus
berkiprah dalam berbagai sektor strategis kehidupan bangsa.
Keempat, mendorong lahirnya program-program yang
berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan
dampak nyata bagi masyarakat.
KAHMI harus hadir melalui karya, gagasan, dan pengabdian
yang dapat dirasakan manfaatnya oleh publik.
Muswil VII MW KAHMI Bali ini juga diharapkan dapat menjadi
momentum untuk memperkuat konsolidasi, memperluas sinergi, dan menghadirkan
karya-karya nyata yang berkelanjutan bagi umat, bangsa, dan negara.
Tema yang diangkat, “Memperkuat Konsolidasi KAHMI Bali,
Membangun Sinergi yang Harmoni dan Berkelanjutan,” sangat relevan dengan
kebutuhan organisasi saat ini. Konsolidasi merupakan prasyarat utama bagi
penguatan peran KAHMI.
"Organisasi yang besar tidak cukup hanya memiliki
banyak anggota, tetapi harus memiliki kesatuan visi, soliditas gerakan, dan
kemampuan membangun kolaborasi," ujarnya. (*)
