Perspectives News

Hadiri Ngenteg Linggih di Batunya, Wagub Giri Prasta Ajak Krama Jaga Persatuan


Wagub Giri Prasta menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6).  (Foto:humas-Prov.Bali) 


TABANAN, PERSPECTIVESNEWS – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Upacara Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa dan Mapadudusan Alit di Pura Desa, Desa Adat Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Selasa (2/6). 

Dalam kesempatan tersebut Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, hal tersebut merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan bersama.

Wagub Giri Prasta juga mengapresiasi kekompakan krama Desa Adat Batunya yang telah berhasil melaksanakan karya besar ini secara swadaya dan bersama-sama. Ia menyebut keberhasilan upacara yadnya ini tidak terlepas dari kuatnya semangat kebersamaan seluruh masyarakat adat.

​Mantan Bupati Badung dua periode ini juga mengingatkan warga agar merawat sarana dan prasarana suci yang telah dibangun dengan baik. Hal ini penting sebagai warisan bagi generasi penerus, agar anak cucu di masa depan dapat lebih fokus melanjutkan tradisi dan pengabdian agama tanpa terbebani lagi oleh pembangunan fisik pura.

​"Kita banyak menjalankan adat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melaksanakan yadnya. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap bersatu agar perjuangan mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian dapat terlaksana dengan baik. Kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci eratnya persaudaraan di antara kita," ujar Giri Prasta.

​Lebih lanjut, Giri Prasta mendorong masyarakat untuk terus menghidupkan filosofi saling asah, asih, dan asuh. Dengan semangat gotong royong, ia yakin setiap pekerjaan berat akan terasa lebih ringan dan rencana pembangunan desa dapat terwujud nyata.

​Ia mencontohkan, jika ke depan masih ada bangunan pura yang memerlukan penyempurnaan—termasuk Pura Pengubengan—maka perbaikannya tentu bisa diselesaikan lewat partisipasi aktif dan kebersamaan seluruh krama.

​"Kita terlahir sebagai makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri. Oleh sebab itu, kolaborasi, sinergi, gotong royong, dan kerja sama yang baik menjadi kunci keberhasilan," tegasnya.

​Pada momen sakral tersebut, Wakil Gubernur Bali yang didampingi oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, turut membaur bersama masyarakat untuk melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangkaian piodalan yang nyejer selama tiga hari.

​Di sisi lain, Bendesa Adat Batunya menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas kehadiran Wagub Bali dan Wabup Tabanan. Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, agama, seni, tradisi, serta budaya Bali.

​Selain memberikan punia (sumbangan sukarela), Giri Prasta dan Made Dirga juga menyaksikan langsung jalannya Upacara Ngenteg Linggih yang berlangsung khidmat dengan partisipasi penuh dari krama Desa Adat Batunya. (*) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama