Petugas evakuasi seekor penyu Lekang yang ditemukan dalam kondisi mati dan mulai membusuk di pesisir Pantai Yehembang, Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, pada Selasa (2/6/2026) pagi. (FOTO: Polsek Mendoyo).
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Garis pantai Kabupaten
Jembrana kembali menjadi saksi bisu ancaman kelestarian satwa laut dilindungi.
Seekor penyu Lekang ditemukan dalam kondisi mati dan mulai membusuk di pesisir
Pantai Yehembang, Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana,
pada Selasa (2/6/2026) pagi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang temuan bangkai penyu
di kawasan pesisir Bali Barat.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, membenarkan
adanya laporan dari masyarakat terkait penemuan satwa dilindungi tersebut.
Informasi pertama kali mencuat saat seorang warga setempat
melihat satwa bercangkang itu terdampar sejak Senin (1/6/2026) malam sekitar
pukul 23.00 WITA. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada personel Polri, I Kadek
Agus Adiguna, yang langsung meneruskan informasi ke Polsek Mendoyo pada Selasa
pagi pukul 08.25 WITA.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Mendoyo yang
dipimpin Pawas Iptu I Komang Triatmajaya, langsung bergerak cepat menuju lokasi
untuk melakukan pengecekan.
Saat dievakuasi, penyu jenis Lekang tersebut memiliki
dimensi panjang 88 cm dan lebar 62 cm. Meski tubuhnya sudah mengeluarkan bau
menyengat tanda mulai membusuk, petugas tidak menemukan adanya luka luar atau
tanda-tanda kekerasan fisik pada bangkai penyu tersebut.
Guna menghindari simpang siur dan memastikan penanganan
sesuai prosedur, pihak kepolisian langsung berkoordinasi dengan Balai
Pengelolaan Kelautan Denpasar (BPKD) melalui perwakilannya, I Dewa Gede Tri
Bhoedi Saputra.
Berdasarkan hasil koordinasi, diputuskan bahwa bangkai
penyu harus segera dikubur demi alasan kesehatan lingkungan. Pada pukul 10.30
WITA, proses penguburan selesai dilaksanakan di sekitar area pantai tempat
penyu ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian satwa
dilindungi tersebut masih belum diketahui, mengingat tidak adanya luka fisik
yang kasat mata pada tubuh penyu. Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat
pesisir untuk segera melapor jika kembali menemukan kejadian serupa. (dik)
