Para pengunjung tampak ramai menikmati indahnya pantai di DTW Tanah Lot. (Foto: Ist)
TABANAN, PERSPECTIVESNEWS- Kepala Divisi Promosi dan
Pengembangan Manajemen Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya mengungkapkan
kondisi dan situasi geopolitik saat ini turut berdampak pada turunnya jumlah
pengunjung ke DTW (Daerah Tujuan Wisata) Tanah Lot, Tabanan.
Tak hanya itu, mahalnya harga tiket pesawat dan penerapan
kebijakan efisiensi pemerintah juga cukup melunturkan minat wisatawan bepergian
khususnya ke Tanah Lot.
“Ada penurunan jumlah pengunjung ke Tanah Lot di bulan Mei
2026. Penurunan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama Mei 2025,
ungkap Sanjaya, Rabu (3/6/2026).
Menurutnya, jika dalam kondisi normal, jumlah pengunjung
rata-rata sehari mencapai 4.000 orang namun pada kondisi saat ini berkisar
3.000-an.
“Kalau bekerja dari rumah (WFH-Work From Home) yang nyambung
dengan akhir pekan sepertinya tidak terlalu berpengaruh tetapi harga tiket
pesawat dan kondisi geopolitik (perang), cukup besar pengaruhnya,” sambung
Sanjaya.
Berwisata, menurut Sanjaya, memang menjadi kebutuhan mereka
yang memiliki dana lebih. “Berwisata itu kan termasuk kebutuhan tersier, dan
bersifat opsional, jadi mereka yang memiliki anggaran berwisata terbatas, ya
harus berhitung ulang karena berbagai faktor tersebut,” tanda Sanjaya.
Meskipun terjadi penurunan, Sanjaya yakin di saat high
season (Juni-Agustus), akan terjadi lagi peningkatan jumlah pengunjung, bahkan bisa
mencapai 6.000 – 7.000 orang per hari.
“Kami gencarkan promosi melalui berbagai kegiatan yang ada
di kalender even seperti festival. Juga gelaran atraksi yang cukup menarik
pengunjung seperti latihan menabuh di areal terbuka yang melibatkan pengunjung.
Jadi ada atraksi yang bersifat komunikatif antara seniman dengan pengunjung
yang bisa meningkatkan minat mereka untuk datang,” sambung Sanjaya.
Wisatawan menari bersama dan menjadi atraksi menarik di kawasan wisata terkenal Tanah Lot, Tabanan. (Foto: Ist)
Data menyebutkan, total pengunjung April 2026, sebanyak
51.700 orang (domestik) dan 42.110 orang mancanegara sementara Mei 2026, 57.064
orang (domestik) dan 46.813 orang (mancanegara).
Pengelolaan Sampah Terpadu
Terkait pengelolaan sampah, Sanjaya mengaku DTW Tanah Lot
sudah melakukan pengelolaan sampah yang terpadu dan terintegrasi dengan adanya
depo sampah. Pemilahan sampah organik dan nonorganik sudah dilakukan sejak
setahun lalu.
“Sampah sudah dilakukan pemilahan dan diangkut dengan
kontainer menuju TPST setiap harinya. Untuk pengelolaan sampah, manajemen sudah
menyiapkan lahan seluas 8,47 are dengan dua
(2) kontainer pengangkut sampah. Tujuannya menciptakan kenyamanan bagi
pengunjung,” tutup Sanjaya. (lan)

