Ketua Umum IMI Bali Ajik Krisna (kiri), dan Kabid Binpres
KONI Bali Agung Bagus Tri Candra Arka (tengah) saat Rakerprov IMI Bali di Nexx
Cafe Denpasar, Rabu (24/6/2026) (Foto: djo)
DENPASAR,
PERSPECTIVESNEWS – Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (Pengprov IMI)
Bali berharap sirkuit balap motor (road race) di Desa Lumbanan, Kecamatan
Sukasada, Kabupaten Buleleng secepatnya dibangun.
Sirkuit di atas lahan seluas 6 hektare milik Pemprov Bali
itu sangat diperlukan untuk menggelar lomba balap motor Pekan Olahraga Provinsi
(Porprov) Bali tahun 2027 mendatang, di Buleleng.
“Selain itu, kami juga perlu mempersiapkan atlet untuk
mengikuti Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON). Bagaimana bisa
berprestasi di PON kalau prasarana (tempat berlatih) balap motor tidak punya,”
ungkap Ketua Umum IMI Bali, Gusti Ngurah Anom, Rabu (24/6/2026).
Ditemui di sela-sela Rakerprov IMI Bali di Nexx Cafe
Denpasar, pria yang akrab disapa Ajik Krisna ini menuturkan, lahan 6 hektare
milik Pemprov Bali tersebut rencananya memang untuk membangun sport center oleh
Pemkab Buleleng. Secara pribadi, Ajik Krisna menyiapkan dana Rp1 miliar untuk
membangun sirkuit balap motor di Lumbanan tersebut.
Ajik Krisna menyampaikan, persiapan ke BK PON mesti
dilakukan sebaik mungkin sehingga apa yang ditargetkan membawa pulang sekeping
medali emas dari BK PON mampu direalisasikan. Bahkan, jika semua persiapan
telah matang, prestasi IMI Bali tidak saja di BK PON, tetapi juga di PON
XXII/2028 NTB-NTT.
“KONI Bali minta kami berkontribusi medali saat PON
XXII/2028 NTB-NTT. Persoalannya, bagaimana bisa berkontribusi medali kalau
tempat latihan terutama road race tidak punya,” tanya Ajik Krisna.
Oleh sebab itu, Ajik Krisna berharap Pemkab Buleleng segera
merealisasikan pembangunan sport center yang di dalamnya terdapat venue balap
motor. “IMI Bali siap berkontribusi medali pada PON mendatang, syukur-syukur
bisa mempersembahkan medali emas,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, pada PON XXI/2024 di Aceh-Sumut, IMI Bali
gagal meraih medali. Dari nomor motocross di Sirkuit GTX Sena Kualanamu, Medan,
krosser Bali I Gusti Ngurah Diva Ismayana gagal finis setelah terjadi kendala
teknis (mesin motor mati) pada putaran awal.
Untuk PON XXII/2028 nanti, Diva diharapkan mempersembahkan
medali karena yang bersangkutan kini merupakan krosser nasional yang sering
mewakili Indonesia ke event internasional.
Sejumlah prestasi ditorehkan Diva, antara lain juara
Nasional Motocross, juara Asia Supermoto, dan mencetak sejarah sebagai pembalap
Indonesia pertama yang berkompetisi di ajang Asia Supercross.
Selain nomor motocross, IMI Bali di PON mendatang juga
berharap meraih medali dari nomor road race, yang memperebutkan empat medali
emas masing-masing dari nomor standar perorangan, standar beregu, modifikasi
pereorangan, dan modifikasi beregu.
“Untuk nomor road race ini kami kesulitan mencari tempat
latihan. Pada PON sebelumnya, untuk berlatih kami terpaksa ke Sirkuit Sentul,
Bogor, kalau misalnya hingga menjelang PON XXII 2028 sirkuit di Lumbanan,
Sukasada, Buleleng belum juga dibangun, ya terpaksa kami berlatih di Sirkuit
Mandalika,” ujar Ajik Krisna.
Sementara Kabid Binpres KONI Bali, Agung Bagus Tri Candra
Arka mengatakan Rakerprov sebagai momentum bagaimana pada BK PON nanti IMI Bali
meloloskan nomor potensial medali bagi Bali di PON NTB-NTT.
“Apalagi sudah melalui Prorprv Bali dua kali sehingga imi
bisa memberikan medali emas seperti dari motocross. Maka pada Rakerprov kami
minta IMI Bali menyusun program agar bisa mencapai apa yang diharapkan KONI
Bali,” demikian pria yang akrab disapa Gung Cok ini.
Tentang kesulitan venue balap motor atau road race, Gung Cok
mengatakan tugas KONI Bali adalah mengolahragakan masyrakat, tetapi mengenai
fasilitas olahraga, lanjut dia, sudah disampaikan Ketum KONI Bali yang juga Wagub
Bali, yang akan membangun venue-venue.
“Mengenai support IMI Bali senilai Rp1 miliar untuk pembangunan sirkuit di
Buleleng ini sungguh luar bisa. Kalau semua niatnya sudah baik, astungkare
direstui Yang Di Atas,” pungkasnya. (djo)
