Suasana di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, beberapa waktu lalu. (Foto: dik/Perspectives)
JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Arus penyeberangan lintas
Jawa–Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk diprediksi melonjak tajam selama musim
libur sekolah. Lonjakan didominasi oleh angkutan wisata seperti bus pariwisata,
kendaraan travel, dan mobil pribadi pada lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Mengantisipasi kepadatan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry
(Persero) memperkuat layanan guna menekan potensi antrean panjang. Fokus utama
ASDP saat ini adalah optimalisasi armada dan pengaturan operasional, khususnya
pada jam-jam padat.
Manager Humas ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang
Felfian, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan armada tambahan,
termasuk KMP Portlink VII yang baru saja menyelesaikan proses docking
(perawatan rutin).
"Saat musim liburan nanti, kapal ini diharapkan bisa
membantu mengakomodasi lonjakan penumpang dan kendaraan," ujar Bintang,
Kamis (18/6/2026).
KMP Portlink VII memiliki kapasitas angkut yang besar, yakni
hingga 600 penumpang per trip, serta mampu memuat kombinasi sekitar 30 unit
truk dan 100 kendaraan kecil. Kehadiran kapal besar ini diharapkan menjadi
solusi efektif mengurai kepadatan di selat Bali.
Selain kesiapan armada, ASDP juga meningkatkan koordinasi
lintas instansi guna mengantisipasi faktor cuaca ekstrem. Langkah mitigasi ini
diambil agar pelayanan penyeberangan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan
kelancaran.
Meskipun belum merilis angka pasti terkait proyeksi kenaikan
volume penumpang, ASDP memastikan pergerakan akan didominasi oleh kendaraan
roda empat non-logistik.
Adapun total armada berjumlah 55 unit kapal. Sebanyak 28
unit kapal beroperasi setiap hari l. Saat operasional padat, jumlah kapal akan
ditingkatkan menjadi 30 hingga 32 unit, menyesuaikan situasi riil di lapangan.
Melalui strategi penambahan kapasitas dan fleksibilitas
jadwal ini, ASDP optimistis arus mudik liburan di Pelabuhan Ketapang maupun
Gilimanuk dapat berjalan lancar tanpa penumpukan kendaraan yang berarti. (dik)
