Suasana RUPST dan Annual Public Expose PT Hatten Bali Tbk (IDX: WINE) di Denpasar, Senin (15/6/2026). (Foto: Ist)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS- PT Hatten Bali Tbk (IDX:
WINE), satu-satunya produsen wine yang tercatat di bursa efek Indonesia, Senin
(15/6/2026) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Annual
Public Expose di Denpasar.
Saat RUPST, manajemen memaparkan kinerja Perseroan,
prioritas strategis, serta prospek pertumbuhan 5% untuk tahun 2026.
Rapat digelar setelah Perseroan berhasil mencatatkan kinerja
keuangan yang solid, meskipun dihadapkan pada lingkungan operasional yang
semakin menantang.
Untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, WINE
mencatat pendapatan sebesar Rp286 miliar dan laba bersih sebesar Rp40 miliar.
Capaian ini ditopang oleh pemulihan sektor pariwisata Indonesia yang terus
berlanjut, khususnya di Bali, yang tetap menjadi pasar terpenting bagi
Perseroan.
Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, Indonesia
menyambut sekitar 15,38 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2025, sementara
Bali menerima 6,94 juta kedatangan wisatawan asing, yang mencakup lebih dari
45% dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Ke depannya,
Kementerian menargetkan antara 16 juta hingga 17,6 juta kedatangan wisatawan
asing secara nasional pada tahun 2026.
Manajemen menilai, tren ini akan menopang permintaan yang
berkelanjutan di sektor perhotelan dan, pada gilirannya, saluran HoReCa inti
WINE, yang menyumbang 54% dari total pendapatan pada FY2025. Perseroan memasuki
tahun 2026 dengan landasan keuangan yang kokoh.
Per akhir tahun 2025, total ekuitas tercatat sebesar Rp338
miliar, rasio utang terhadap ekuitas membaik menjadi 34%, dan rasio lancar
tetap sehat di angka 255%. Kondisi ini memposisikan Perseroan untuk dapat
memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan.
Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan
pendapatan sekitar 5%, yang didukung oleh serangkaian inisiatif strategis untuk
memperluas jangkauan geografis Perseroan, memperkuat portofolio merek, serta
memperdalam hubungan dengan pelanggan.
Salah satu prioritas utama Perseroan tahun ini adalah
pembukaan Cellardoor pertamanya di Jakarta, yang direncanakan beroperasi pada
akhir Juni 2026.
Lokasi baru tersebut akan menjadi kehadiran langsung kepada
konsumen (direct-to-consumer) bermerek pertama WINE di luar Bali, dan
diharapkan dapat memperkuat visibilitas merek di salah satu pasar konsumen
terbesar di Indonesia.
Perseroan juga tengah mempersiapkan peluncuran komersial
sejumlah merek premium baru, termasuk Avara dan Ekko. Produk-produk ini telah
meraih pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan di AWC Vienna 2025,
bahkan sebelum resmi memasuki pasar.
Perseroan saat ini melayani lebih dari 1.500 restoran, lebih
dari 900 hotel, ratusan gerai ritel, serta jaringan sub-distributor yang terus
berkembang di seluruh Indonesia.
Terkait penetapan penggunaan laba bersih FY2025, Perseroan
mengumumkan dividen tunai sebesar Rp9.485.000.000, setara dengan Rp3,5 per
saham, mencerminkan 24% dari laba bersih yang dapat didistribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk sebesar Rp39.522.555.676.
Sebesar 76% sisanya, yakni Rp30.037.555.676, sebagai laba
ditahan dan berdasarkan harga penutupan saham WINE sebesar Rp146, dividen yang
diumumkan tersebut mencerminkan imbal hasil sekitar 2,4%.
Menanggapi prospek Perseroan, Ida Bagus Rai Budarsa,
Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk, menyatakan: “Lebih dari tiga dekade lalu,
Hatten Wines didirikan dengan visi untuk membangun industri wine yang
berkelanjutan dan berakar di Indonesia. Hari ini, kami memasuki fase
pertumbuhan baru. Melalui peluncuran merek-merek premium baru, pembukaan
Cellardoor Jakarta, dan ekspansi jaringan distribusi yang terus berlanjut. Kami
membawa wine Indonesia lebih dekat kepada konsumen di seluruh penjuru negeri,
sekaligus memperkuat fondasi bisnis kami untuk jangka Panjang," ungkapnya.
