Wawali Arya Wibawa saat menerima audiensi BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (4/6). (Foto:humas-dps)
DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di area aliran sungai, terus diperkuat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan The Ocean Clean Up untuk mengoptimalkan penanganan sampah di Tukad Badung.
Melalui sinergi ini, sebuah inovasi modern berupa pemasangan Trash Barrier (penghalang sampah) berteknologi otomatis akan segera diterapkan. Rencana besar tersebut dibahas langsung saat Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima audiensi dari pihak BWS Bali-Penida dan The Ocean Clean Up di Kantor Walikota Denpasar pada Kamis (4/6).
Pertemuan penting ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya; Senior Business Development Manager The Ocean Clean Up, Maike van Grootel; serta Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko. Mendampingi Wakil Wali Kota, tampak hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Mertha; Kadis DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa; dan Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja.
Manager River Indonesia The Ocean Clean Up, Dhanang Tri Wuriyandoko, menjelaskan bahwa organisasi sosial asal Belanda yang berfokus pada kebersihan laut dan sungai ini menilai kolaborasi ini sangat krusial. Khusus di Kota Denpasar, pihaknya berencana memasang dua unit Trash Barrier di kawasan hulu dan hilir Tukad Badung—yahiu di depan Banjar Buagan dan di kawasan Pura Tanah Kilap.
"Nantinya Trash Barrier ini akan dikemas dengan teknologi otomatis, sehingga dapat mendukung optimalisasi penjaringan sampah di aliran sungai, dan sinergi bersama BWS dan Pemkot Denpasar ini merupakan angin segar dan sangat positif," ujarnya.
Rencana ini pun disambut baik oleh BWS Bali-Penida selaku otoritas yang memiliki wewenang atas lahan di bantaran Tukad Badung. Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Bali Penida, Made Denny Satya Wijaya, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memberikan dukungan penuh.
"Kami tentu sangat mendukung, dan berharap program ini dapat berjalan optimal," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terjalinnya kerja sama ini. Menurutnya, kehadiran teknologi dari The Ocean Clean Up menjadi solusi segar bagi sistem pengelolaan sampah terintegrasi di Denpasar.
"Pada prinsipnya kami di Pemerintah Kota Denpasar sangat mengapresiasi dan mendukung langkah konkret dalam penanganan sampah di aliran sungai, dan kami (Pemkot Denpasar) merasa sangat terbantu dengan hadirnya inovasi ini di aliran Tukad Badung," ujarnya.
Lebih lanjut, Arya Wibawa memaparkan bahwa posisi Tukad Badung sebagai sungai utama di Denpasar memiliki peran yang sangat vital, terutama dalam hal pengendalian banjir. Oleh karena itu, kebersihan jalurnya harus menjadi prioritas utama. Kehadiran teknologi baru ini dipastikan akan memperkuat kinerja tim lapangan yang sudah ada saat ini.
"Kalau inovasi ini bisa diterapkan, maka optimalisasi penanganan sampah di alur sungai dapat dioptimalkan, termasuk sungai lainya yang sudah di tangani langsung oleh Tim Biru Dinas PUPR Kota Denpasar, jadi ini saling melengkapi," pungkas Arya Wibawa. (Ags/HumasDps)