Perspectives News

Per 1 Juli 2026, TPA Peh Hanya Terima Residu Anorganik

 


Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LHPKP) Jembrana, I Wayan Putra Mahardika. ((Foto: dik/perspectives).

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS- Pemerintah Kabupaten Jembrana mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Peh dari krisis kapasitas. Per 1 Juli 2026, TPA yang terletak di Desa Kaliakah ini resmi ditutup bagi sampah organik dan hanya akan menerima residu sampah anorganik yang sudah tidak dapat didaur ulang.

Kebijakan ini diambil sebagai strategi darurat untuk memperpanjang usia operasional TPA Peh yang saat ini mengalami keterbatasan ruang pada zona aktif penampungan. Langkah ini juga sejalan dengan instruksi Pemerintah Provinsi Bali terkait percepatan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LHPKP) Jembrana, I Wayan Putra Mahardika menegaskan bahwa pembatasan ini bertujuan untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari open dumping menjadi controlled landfill yang lebih ramah lingkungan.

"Mulai 1 Juli 2026, sampah yang masuk ke TPA Peh diharapkan hanya sampah residu dan anorganik yang memang tidak dapat diolah lagi di tingkat rumah tangga," ujar pria yang akrab disapa Puma ini.

Dengan berlakunya aturan baru ini, masyarakat Jembrana dituntut untuk mengubah paradigma dan mengelola sampah organik mereka secara mandiri sejak dari sumbernya.

Warga diimbau memanfaatkan metode pengolahan sederhana seperti pembuatan kompos melalui sistem teba tradisional maupun modern.

Pemerintah daerah menyadari potensi pro dan kontra, sehingga Dinas LHPKP akan gencar melakukan sosialisasi ke seluruh kecamatan.

"Perubahan sistem ini akan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran daerah dan kesiapan teknis di lapangan," pungkasnya.

Puma mengingatkan, masalah sampah adalah isu krusial yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Kesuksesan kebijakan ini sepenuhnya bergantung pada partisipasi aktif dan perubahan pola pikir masyarakat dalam memilah sampah dari rumah demi keberlanjutan lingkungan Jembrana. (dik)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama