Perspectives News

Perkuat Implementasi 6 SPM, TP Posyandu Bali Gelar Aksos 'Membina dan Berbagi' di Jembrana

TP Posyandu Bali gelar kegiatan Aksi Sosial bertajuk "Membina dan Berbagi" di Kabupaten Jembrana pada Senin (8/6/2026). (Foto: Humas-Prov. Bali) 


JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali terus bergerak mempercepat implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat akar rumput. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Aksi Sosial (Aksos) bertajuk "Membina dan Berbagi" yang digelar di Kabupaten Jembrana pada Senin (8/6/2026). Selain memberikan edukasi mendalam mengenai transformasi Posyandu, agenda ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sembako sebagai bentuk apresiasi kepada para kader.

Kegiatan ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pekraman Dauhwaru serta Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pekraman Kerta Jaya, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Sebanyak 120 kader Posyandu dari berbagai desa dan kelurahan antusias mengikuti jalannya acara.

Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menjelaskan bahwa perubahan peran Posyandu untuk menangani enam bidang SPM merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi krusial sebagai ujung tombak pembangunan desa melalui pola kerja yang kolaboratif dan terintegrasi.

Melalui pembagian tugas yang berbasis pada masing-masing bidang SPM, berbagai kebutuhan riil masyarakat diharapkan dapat terdeteksi lebih awal. Hal ini nantinya akan ditindaklanjuti melalui sinergi yang kuat antara kader, pemerintah desa, hingga perangkat daerah terkait.

Putu Anom Agustina menambahkan, transformasi ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan dasar sekaligus mendongkrak kualitas hidup masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Di samping itu, Posyandu kini diarahkan menjadi pusat informasi berbasis data yang adaptif dan responsif dalam menangkap aspirasi warga, sehingga pemerintah desa dapat merumuskan program pembangunan secara lebih tepat sasaran.

Sebagai informasi, Posyandu saat ini telah resmi bertransformasi dari yang semula hanya sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), kini menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Bidang pelayanan yang ditangani pun meluas mencakup enam sektor utama, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Senada dengan hal itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, mengingatkan pentingnya validitas data yang dihimpun oleh para kader di lapangan. Seluruh data tersebut nantinya akan diverifikasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada kesempatan yang sama, ia juga mengajak para kader untuk aktif mengedukasi warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber demi menjaga kebersihan lingkungan Bali.

Sebagai bentuk dukungan nyata, para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan materi, tetapi juga menerima paket bantuan. Masing-masing kader mendapatkan 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Secara akumulatif, total bantuan yang disalurkan di Kabupaten Jembrana mencapai 3,6 ton beras, 7.200 butir telur, dan 240 kotak susu.

Merespons aksi sosial ini, Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, memaparkan bahwa wilayahnya saat ini didukung oleh 329 Posyandu dengan total 2.648 kader. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 Posyandu telah sukses menerapkan Program Posyandu 6 SPM.

Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam atas pendampingan dari TP Posyandu Provinsi Bali, sembari berharap kolaborasi ini terus berlanjut guna mempercepat pemerataan program di seluruh wilayah Jembrana. (*) 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama